Andre Rosiade, anggota Komisi VI DPR RI, mendesak Gubernur Sumatera Barat untuk segera membentuk satuan tugas gabungan. Tujuannya jelas: menindak tegas praktik pembalakan liar dan penambangan ilegal yang diduga kuat menjadi pemicu banjir bandang di daerah itu.
Desakan ini disampaikannya langsung di lokasi bencana, tepatnya di Berok Rakik, Kelurahan Kurao Pagang, Kota Padang, pada Minggu (30/11/2025). Menurutnya, satgas ini harus melibatkan banyak pihak. Kapolda, Pangdam, dan Kejaksaan Tinggi harus duduk bersama.
Bagi Andre, rangkaian bencana yang melanda Sumbar belakangan ini bukan lagi sekadar fenomena alam biasa. Ia melihatnya sebagai akibat dari kerusakan lingkungan yang dilakukan secara sengaja dan terus-menerus. Karena itu, ia mendesak Gubernur untuk segera mengambil alih komando.
"Yang bertanggung jawab memimpin pergerakan dan penertiban itu adalah Gubernur Sumbar. Segera gandeng Kapolda dan Pangdam. Laksanakan tugas sebagai pemimpin Sumatera Barat,"
tegasnya tanpa ragu.
Persoalan tambang ilegal dan pembalakan liar ini sudah berlangsung lama. Masalah kronis, katanya, yang butuh penyelesaian fundamental. Ia mendorong agar Gubernur segera menggelar rapat koordinasi dengan semua pihak terkait untuk menyusun langkah-langkah konkret.
Artikel Terkait
Bencana Sumatera: Korban Jiwa Terus Berjatuhan, Evakuasi Dipercepat
Kapolri Kerahkan Pasukan Udara dan Laut untuk Evakuasi Korban Bencana Sumatra
Bima Arya Ingatkan ASN: Kunci Karier Ada pada Kerendahan Hati dan Silaturahmi
Indonesia Terjebak Paradoks Energi: Kaya Sumber Daya, Tapi Boros Devisa untuk Impor