Andre Rosiade Desak Gubernur Sumbar Bentuk Satgas untuk Hentikan Tambang Ilegal Pemicu Banjir

- Minggu, 30 November 2025 | 19:40 WIB
Andre Rosiade Desak Gubernur Sumbar Bentuk Satgas untuk Hentikan Tambang Ilegal Pemicu Banjir
Berita Terkini

Andre Rosiade, anggota Komisi VI DPR RI, mendesak Gubernur Sumatera Barat untuk segera membentuk satuan tugas gabungan. Tujuannya jelas: menindak tegas praktik pembalakan liar dan penambangan ilegal yang diduga kuat menjadi pemicu banjir bandang di daerah itu.

Desakan ini disampaikannya langsung di lokasi bencana, tepatnya di Berok Rakik, Kelurahan Kurao Pagang, Kota Padang, pada Minggu (30/11/2025). Menurutnya, satgas ini harus melibatkan banyak pihak. Kapolda, Pangdam, dan Kejaksaan Tinggi harus duduk bersama.

Bagi Andre, rangkaian bencana yang melanda Sumbar belakangan ini bukan lagi sekadar fenomena alam biasa. Ia melihatnya sebagai akibat dari kerusakan lingkungan yang dilakukan secara sengaja dan terus-menerus. Karena itu, ia mendesak Gubernur untuk segera mengambil alih komando.

"Yang bertanggung jawab memimpin pergerakan dan penertiban itu adalah Gubernur Sumbar. Segera gandeng Kapolda dan Pangdam. Laksanakan tugas sebagai pemimpin Sumatera Barat,"

tegasnya tanpa ragu.

Persoalan tambang ilegal dan pembalakan liar ini sudah berlangsung lama. Masalah kronis, katanya, yang butuh penyelesaian fundamental. Ia mendorong agar Gubernur segera menggelar rapat koordinasi dengan semua pihak terkait untuk menyusun langkah-langkah konkret.

"Tambang liar seolah-olah sopan saja diam, lalu bencana datang berulang. Jika kita diam, ini akan terulang lagi. Semakin lama semakin besar,"

ujarnya dengan nada prihatin.

Di sisi lain, Andre menekankan bahwa penindakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang menjadi beking atau pelaku utamanya, harus ditindak tegas.

"Kalau kita serius dan Gubernur mau, lakukan operasi. Bentuk satgas. Tangkap dan habisi orang-orang ini. Kita harus bersihkan kampung kita dari perusak lingkungan,"

tambahnya dengan semangat.

Harapannya sederhana tapi mendesak: dengan komitmen kuat dari Gubernur dan dukungan penuh aparat, praktik perusakan lingkungan ini bisa dihentikan sebelum bencana berikutnya datang dan merenggut lebih banyak korban jiwa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar