Sekolah Rakyat hadir karena negara tidak rela ada anak yang ketinggalan. Tidak rela ada masa depan yang gelap hanya karena orang tuanya miskin,
ujarnya.
Faktanya, dalam kurun waktu lima bulan terakhir tepatnya sejak Juli hingga November 2025 Kemensos telah berhasil mendirikan 166 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Sebelumnya, pada tahap 1A dan 1B, kementerian ini juga telah melantik 1.393 Guru PPPK. Sebagai bentuk apresiasi, para guru ini pun diberikan tunjangan profesi.
Gus Ipul kembali menegaskan bahwa misi seorang guru Sekolah Rakyat jauh lebih mulia.
Guru Sekolah Rakyat bukan hanya mengajar, tetapi penjaga harapan. Pejabat fungsional bukan hanya pelaksana administrasi, tetapi penopang tegaknya pelayanan sosial negara,
tegasnya.
Dia pun berpesan agar semua yang baru dilantik hari ini bekerja dengan target jelas, standar profesional tinggi, dan tentu saja, hati yang penuh kepedulian. Gus Ipul mengajak mereka menjadikan momen ini sebagai batu pijakan untuk memperkuat layanan sosial dan pendidikan inklusif di tanah air.
Mari kita bangun Sekolah Rakyat sebagai ruang belajar yang aman, bebas perundungan, bebas kekerasan, dan penuh cinta. Semoga langkah kita membawa kebaikan dan berdampak nyata bagi masyarakat,
tutupnya.
Di antara para guru yang dilantik, ada Muji Nur Hidayah dari SRMA 13 Bekasi. Perasaannya campur aduk.
Alhamdulillah, senang, bersyukur. Artinya perjuangan selama ini bukan titik batas pencapaian, tapi gerbang awal saya untuk mengabdi untuk negeri,
ungkapnya.
Terima kasih kepada Kementerian Sosial telah memenuhi hak-hak kami para guru. Semoga kami dapat menunaikan kewajiban sebaik mungkin,
tutur Muji, mengakhiri percakapan.
Artikel Terkait
Dua Pencuri Motor Tembaki Warga, Ditangkap Usai Buron ke Yogyakarta dan Cimahi
Drone Misterius di Perbatasan Korea: Klaim, Bantahan, dan Ancaman Diplomatik
KPK Beberkan Modus Korupsi Kuota Haji Tambahan, Mantan Menag Yaqut Ditahan
Suap Pajak Rp75 Miliar, DJP Minta Maaf ke Publik