Sore itu, di depan gedung Mabes Polri di Jakarta Selatan, suasana mulai berubah. Ratusan mahasiswa dari UI dan UPN Veteran Jakarta memadati jalanan. Mereka datang bukan tanpa sebab. Aksi ini adalah bentuk solidaritas sekaligus kemarahan atas tragedi di Tual, Maluku, di mana seorang siswa bernama AT tewas setelah diduga dianiaya oleh oknum anggota Brimob.
Mereka mulai berkumpul sekitar pukul empat sore. Di seberang mereka, barisan petugas polisi sudah berjaga ketat di gerbang utama. Yang menarik perhatian, sebagian petugas itu mengenakan peci putih, dilengkapi serban yang dikalungkan di leher. Sebuah pemandangan yang cukup mencolok di tengah ketegangan yang mulai mengental.
Tak lama kemudian, rombongan mahasiswa Universitas Indonesia tiba. Jaket kuning kampus mereka terlihat jelas di antara kerumunan. Beberapa dari mereka membawa spanduk dan poster, siap menyuarakan tuntutan.
Yang terjadi selanjutnya cukup spontan. Beberapa mahasiswa mendekati barisan polisi, bahkan ada yang berpose seolah-olah berfoto. Namun, suasana yang awalnya tampak biasa ini berubah cepat.
Salah seorang mahasiswa tiba-tiba menunjuk langsung ke arah seorang anggota polisi. Suaranya meninggi, penuh emosi. Rupanya, dia merasa mengenali wajah itu dari aksi demonstrasi sebelumnya.
"Gue inget banget mukanya, lu yang ngatain gue waktu itu kan, iya kan?"
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor Landa Brasil, WNI Dilaporkan Masih Aman
Fadli Zon dan Dubes Uruguay Bahas MoU Kerja Sama Kebudayaan
Gubernur DKI Gratiskan Transportasi Umum Saat Idul Fitri
Gubernur DKI Targetkan Transaksi Ramadan-Lebaran 2026 Tembus Rp 15 Triliun Lewat Jakarta Festive Wonder