Kalau biasanya halaman kantor polisi dipenuhi kendaraan operasional, lain ceritanya di Satlantas Polres Kampar, Riau. Sekarang, yang ada justru hamparan hijau sayur-mayur yang tertata rapi dalam pipa-pipa hidroponik. Pemandangan yang tak biasa, tapi sungguh menyegarkan mata.
Masyarakat yang datang mengurus SIM atau keperluan lain, boleh lho memetik sayur itu secara gratis. Gratis sama sekali.
Ini bukan sekadar proyek penghijauan biasa. Menurut Kasatlantas setempat, AKP Wuldan, kebun ini adalah wujud nyata program 'Green Policing' yang digagas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Intinya, kantor polisi bisa jadi lebih dari tempat urus tilang bisa jadi lumbung pangan kecil-kecilan.
"Kebun hidroponik ini merupakan implementasi dari Green Policing program Bapak Kapolda Riau," jelas AKP Wuldan, Jumat lalu.
Yang menarik, proyek ini hasil kolaborasi dengan anak-anak SMK Negeri 1 Kuok. Jadi, ada nilai edukasinya juga. Mereka yang turun tangan merawatnya.
"Kami melaksanakan panen sayur hidroponik hari ini. Perlu diketahui, kebun hidroponik ini adalah buah kerja sama kami dengan SMKN 1 Kuok," ujar AKP Wulan.
Nah, hasil panennya gak dijual. Semua diperuntukkan bagi warga. Bayangkan, sambil menunggu antrian bikin SIM, Anda bisa memetik kangkung atau sawi segar untuk dibawa pulang. Sebuah kejutan yang menyenangkan, tentunya.
"Sayur ini kita peruntukkan bagi masyarakat yang sedang membuat SIM atau warga yang berkunjung ke Satlantas Polres Kampar. Siapa saja boleh memetik secara gratis," tambahnya.
Respons warga? Tentu saja positif. Ada yang terkejut, ada yang langsung senyum-senyum. Seperti seorang bapak yang sedang mengurus SIM, yang langsung disapa dan diajak memetik sayur oleh Kasatlantas sendiri.
"Kebetulan kami lagi panen, silakan Pak, diambil sayurnya," kata Wulan kepada warga tersebut.
Di sisi lain, program ini punya efek berantai yang bagus. Selain menciptakan kantor yang asri dan tidak kaku, kebun sayur ini rupanya bisa mencairkan suasana. Hubungan antara polisi dan masyarakat jadi lebih cair, lebih manusiawi. Ada percakapan baru yang terbangun, bukan sekadar urusan administratif.
Kerja sama dengan sekolah kejuruan itu juga punya nilai plus. Mereka dapat praktik lapangan, sementara polisi mendapat dukungan teknis. Sebuah sinergi sederhana yang dampaknya langsung terasa: kantor jadi hijau, masyarakat dapat sayur segar, dan citra pelayanan publik pun sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih hangat.
Artikel Terkait
JPPI Desak Pemberhentian dan Pencabutan Gelar Guru Besar Unpad Terduga Pelaku Pelecehan
NO NA Rilis Single Rollerblade Jelang Tampil di Festival Head In The Clouds 2026
Jaksa Tuntut Mantan Pejabat Kemendikbud 6-15 Tahun Penjara atas Korupsi Chromebook Rp 2,1 Triliun
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Langsung Diwarnai Pelanggaran di Berbagai Front