PT Jasa Marga (Persero) Tbk punya gebrakan baru. Perusahaan pelat merah itu meluncurkan sebuah budaya kerja segar yang dinamai JSMR MOVE. Apa itu? Singkatnya, ini adalah sebuah kerangka nilai yang dibangun dari empat pilar utama: Modern, Optimistic, Valuable, dan Excellent.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, langkah ini bukan sekadar gimmick. Ia menyebut JSMR MOVE sebagai jawaban strategis menghadapi dinamika ekspektasi pelanggan dan tantangan bisnis di era mobilitas yang kian kompleks.
"Sebagai market leader, kita harus terus berinovasi. JSMR MOVE merupakan sebuah komitmen perseroan untuk bekerja lebih cepat, tepat, bermakna, dan berdampak," ujar Rivan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/11/2025).
"Transformasi budaya ini diperlukan agar Jasa Marga mampu memenuhi ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi dan merespons tantangan zaman dengan proaktif," sambungnya.
Inisiatif yang sebenarnya sudah diluncurkan sejak Kamis (20/11) ini merupakan langkah strategis. Mereka tak hanya ingin mengubah budaya kerja internal, tapi juga mentransformasi layanannya. Pergeserannya cukup menarik: dari pendekatan yang selama ini berfokus pada infrastruktur, menuju sesuatu yang mereka sebut sebagai 'infraculture'.
Lalu, apa bedanya? Konsep 'infraculture' ini rupanya lebih menekankan pada kepuasan pelanggan, peningkatan kapabilitas SDM, dan optimalisasi operasional sebagai hal yang utama. Jadi, bukan lagi sekadar soal fisik jalan tolnya, tapi tentang budaya di balik layanannya.
JSMR MOVE sendiri diwujudkan dalam karakteristik para karyawan, yang akrab disapa Roadster. Rivan berharap, dengan budaya baru ini, para Roadster tidak hanya sekadar bekerja, tetapi juga "bergerak dengan makna".
Nah, salah satu bentuk nyatanya bisa dilihat dari penguatan praktik 'Salam Roadster Melayani'. Istilah yang terdengar sederhana ini berisi Salam, Senyum, Sapa diharapkan menjadi standar emas dalam setiap interaksi di semua titik layanan tol.
Di sisi lain, implementasi JSMR MOVE nantinya akan berfokus pada pengembangan kompetensi Roadster. Caranya? Melalui program pembelajaran yang terstruktur, meningkatkan literasi digital, serta menstandarisasi praktik layanan di seluruh titik operasional.
Langkah-langkah ini dirancang untuk beberapa hal: mempercepat pengambilan keputusan, menyelaraskan perilaku organisasi dengan tujuan strategis, dan yang paling penting, menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten serta punya nilai tambah.
Transformasi dari 'infra as a structure' menjadi 'infra as a culture' ini diharapkan menjadi kerangka kerja yang mampu menyelaraskan investasi di bidang manusia dan proses, sejalan dengan kapabilitas teknologi dan tata kelola yang modern.
Pada intinya, JSMR MOVE hadir sebagai simbol komitmen. Perusahaan ingin mendorong mindset baru di seluruh jajaran Jasa Marga Group. Tujuannya jelas: memperkuat operational excellence, menjaga relevansi di tengah percepatan transformasi sektor transportasi, membangun infrastruktur tol yang meningkatkan konektivitas, dan tentu saja, menjaga kepercayaan publik sebagai wujud tanggung jawabnya terhadap pembangunan nasional.
Acara peluncurannya sendiri dihadiri oleh jajaran direksi. Mulai dari Dirut Rivan A Purwantono, Direktur Human Capital dan Transformasi Yoga Tri Anggoro, Direktur Operasi dan Layanan Fitri Wiyanti, Direktur Pengembangan Usaha M Agus Setiawan, Direktur Bisnis Reza Febriano, hingga Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pramitha Wulanjani. Tak ketinggalan, BOD-1 Jasa Marga Group dan para Roadster yang hadir baik secara luring maupun daring.
Artikel Terkait
Fabio Grosso Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Baru Fiorentina hingga 2028
Buku “Presiden Solusi” Diluncurkan, Rangkum 108 Gagasan Prabowo Selama 18 Bulan
Netanyahu: Serangan ke Iran Dihentikan, Peringatkan Balasan Kekuatan Penuh Jika Teheran Menyerang Lagi
Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG ke Luar Jakarta, Tiga Mantan Petinggi BGN Jadi Tersangka