Jasa Marga Pacu Layanan dengan Konsep Infraculture JSMR MOVE

- Rabu, 26 November 2025 | 19:00 WIB
Jasa Marga Pacu Layanan dengan Konsep Infraculture JSMR MOVE

PT Jasa Marga (Persero) Tbk punya gebrakan baru. Perusahaan pelat merah itu meluncurkan sebuah budaya kerja segar yang dinamai JSMR MOVE. Apa itu? Singkatnya, ini adalah sebuah kerangka nilai yang dibangun dari empat pilar utama: Modern, Optimistic, Valuable, dan Excellent.

Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, langkah ini bukan sekadar gimmick. Ia menyebut JSMR MOVE sebagai jawaban strategis menghadapi dinamika ekspektasi pelanggan dan tantangan bisnis di era mobilitas yang kian kompleks.

"Sebagai market leader, kita harus terus berinovasi. JSMR MOVE merupakan sebuah komitmen perseroan untuk bekerja lebih cepat, tepat, bermakna, dan berdampak," ujar Rivan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/11/2025).

"Transformasi budaya ini diperlukan agar Jasa Marga mampu memenuhi ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi dan merespons tantangan zaman dengan proaktif," sambungnya.

Inisiatif yang sebenarnya sudah diluncurkan sejak Kamis (20/11) ini merupakan langkah strategis. Mereka tak hanya ingin mengubah budaya kerja internal, tapi juga mentransformasi layanannya. Pergeserannya cukup menarik: dari pendekatan yang selama ini berfokus pada infrastruktur, menuju sesuatu yang mereka sebut sebagai 'infraculture'.

Lalu, apa bedanya? Konsep 'infraculture' ini rupanya lebih menekankan pada kepuasan pelanggan, peningkatan kapabilitas SDM, dan optimalisasi operasional sebagai hal yang utama. Jadi, bukan lagi sekadar soal fisik jalan tolnya, tapi tentang budaya di balik layanannya.

JSMR MOVE sendiri diwujudkan dalam karakteristik para karyawan, yang akrab disapa Roadster. Rivan berharap, dengan budaya baru ini, para Roadster tidak hanya sekadar bekerja, tetapi juga "bergerak dengan makna".


Halaman:

Komentar