Lukmanul Hakim memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kerusakan yang terjadi. Longsor yang menggulung kawasan itu menyebabkan kerugian material yang cukup signifikan.
"Longsor terjadi di lereng antara Gedung A dan Gedung B FEBI. Tidak ada korban jiwa, tetapi ada kerugian material, seperti 4 mobil dan 3 motor rusak," jelasnya.
Tak lama setelah kejadian, proses evakuasi langsung digeber. Pemerintah Kota Padang lewat Dinas PUPR turun tangan dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menumpuk. Rektor UIN Imam Bonjol Padang beserta jajarannya juga datang langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan terkoordinasi.
Di sisi lain, tim Brimob Polda Sumbar pun bergerak cepat. Mereka tiba di lokasi kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 14.42 WIB, setelah berangkat dari markas kurang dari setengah jam sebelumnya.
Briptu Riturrohman, salah satu anggota Brimob yang bertugas, memaparkan bahwa fokus utama mereka adalah mengevakuasi kendaraan-kendaraan yang masih terjebak di dalam tumpukan tanah dan bebatuan.
"Ada 4 kendaraan yang dievakuasi, terdiri dari 2 unit mobil dan 2 unit sepeda motor. Hingga sore ini, yang sudah bisa dievakuasi 1 unit mobil dan 2 unit motor," ujar Riturrohman.
Sore itu, aktivitas di kampus III UIN Imam Bonjol Padang terasa sangat berbeda. Suara mesin alat berat menggantikan hiruk-pikuk mahasiswa. Sisa-sisa tanah longsor masih terlihat berceceran, mengingatkan semua orang pada betapa rapuhnya kita di hadapan alam.
Artikel Terkait
Ahli Ingatkan Pentingnya Konsistensi Orang Tua Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
PLN Pastikan Tarif Listrik Tak Naik pada Triwulan II 2026
Inter Milan Tumbangkan Como 4-3 dalam Laga Dramatis, Puncak Klasemen Makin Kokoh
Ekonom Kritik Rencana Pemerintah Tarik PNM dan Whoosh ke Bawah Kemenkeu