Kisah Kombes Pol Hery Susanto benar-benar memilukan. Mantan Kapolres Jeneponto ini membongkar bagaimana dirinya justru "dihabisi" dari dalam organisasi yang seharusnya ia bela. Rasanya seperti ditikam dari belakang.
– Dituduh Asusila, Ternyata "Korban" Dipaksa Lapor
Hery akhirnya dipecat tidak hormat. Tuduhannya berat dan menjijikkan: menyetubuhi anak di bawah umur. Tapi, coba simak fakta yang ia ungkap. Hery menyatakan sudah menelusuri sendiri ke keluarga sang anak. Dan di sana, ceritanya berbalik seratus delapan puluh derajat.
Sang anak sendiri membantah keras pernah diperkosa. Bahkan sang ibu, menurut pengakuan Hery, mengaku dipaksa seharian penuh. Dirayu dan dibujuk oleh oknum Propam disebutnya AKBP Busroni untuk membuat laporan palsu. Tujuannya cuma satu: memidanakan Hery.
– Prosedur "Hukum Rimba" di Kandang Sendiri
Menurut Hery, perlakuan Propam terhadapnya jauh dari kata layak. Ia menyebut institusi itu sebagai "jantung" kebobrokan Polri saat ini. Prosesnya berantakan dan penuh intimidasi.
Pertama, ia ditahan dalam status Patsus melebihi batas waktu yang seharusnya. Ia juga sama sekali tak diizinkan menghubungi keluarga. Lalu, sampel rambutnya diambil secara paksa. Yang paling mengherankan, ia tak pernah sekalipun dikonfrontir langsung dengan pelapor. Rekonstruksi kejadian pun nihil. Polisi mengadili polisi, tapi caranya mirip hukum rimba. Sungguh ironis.
Dalam sebuah video, Hery menyampaikan kepahitannya dengan blak-blakan.
"Saya teringat pernyataan Rismon Sianipar yang mengatakan 'Polri itu tidak perlu lagi direformasi, tapi dibubarkan'. Walaupun terkesan hiperbola, tapi menurut saya benar juga. Karena memang polri itu bobrok,"
Ungkapan itu mungkin terdengar keras. Tapi bagi Hery, itulah gambaran nyata yang ia alami sendiri. Video pernyataannya yang penuh emosi itu beredar luas di media sosial, dibagikan oleh Muhammad Said Didu di platform X.
Artikel Terkait
Kapolri Mutasi Besar, Brigjen Faizal Jadi Wakapolda NTT
Polri Ajukan Red Notice ke Interpol untuk Buru Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Santri
Gubernur Sulsel Tinjau Banjir di Bone, Salurkan Bantuan Rp1 Miliar dan 500 Paket Sembako
Kadoppe Kini Hadir dengan Varian Durian, Inovasi Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Kian Kekinian