Yang menarik, jaminan penempatannya sudah disiapkan sejak awal. Mukhtarudin menegaskan bahwa pelatihan dan penempatan sudah diselaraskan.
"Artinya mereka-mereka atau peserta yang hari ini dilatih sesuai dengan kompetensi pasar kerja luar negeri, kemudian ditempatkan di negara yang sudah kita siapkan," paparnya.
Negara tujuan sudah dipetakan dengan jelas. Rencananya, para lulusan program ini akan dikirim ke sejumlah negara di Eropa Timur, seperti Slovakia dan Ceko.
Prosesnya terbilang cepat. Begitu pelatihan teknis selesai, mereka akan langsung menjalani pembekalan bahasa. Setelah itu, penempatan pun segera dilakukan.
"Dan inilah sebagai bukti kita dalam rangka percepatan. Ini namanya program percepatan crash program dari Bapak Presiden," tutur Mukhtarudin.
Harapannya jelas. Pelatihan semacam ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, sekaligus menggeser tren. Dari yang semula didominasi pekerjaan low skill, kini beralih ke sektor middle high skill yang lebih menjanjikan.
Mukhtarudin menutup pernyataannya dengan penuh keyakinan. "Jadi negara hadir dari menyiapkan pendidikannya, vokasinya, melakukan penempatannya kemudian sampai kita mencari lapangan pekerjaannya. Insyaallah ini akan kita realisasikan, akan kita optimalkan dan berharap kita mengatasi lapangan pekerjaan dan sekaligus juga kita memberdayakan masyarakat."
Artikel Terkait
Dua Pencuri Motor Tembaki Warga, Ditangkap Usai Buron ke Yogyakarta dan Cimahi
Drone Misterius di Perbatasan Korea: Klaim, Bantahan, dan Ancaman Diplomatik
KPK Beberkan Modus Korupsi Kuota Haji Tambahan, Mantan Menag Yaqut Ditahan
Suap Pajak Rp75 Miliar, DJP Minta Maaf ke Publik