Iftar Jamai, Tradisi Buka Puasa Bersama yang Pererat Silaturahmi di Ramadan

- Kamis, 26 Februari 2026 | 17:20 WIB
Iftar Jamai, Tradisi Buka Puasa Bersama yang Pererat Silaturahmi di Ramadan

Di bulan Ramadan, suasana kebersamaan memang terasa lebih kental. Salah satu tradisi yang paling dinanti ya buka puasa bersama, atau yang sering kita dengar dengan istilah "iftar jama'i". Kegiatannya bisa dimana aja, dari masjid, kantor, sampai sekadar kumpul-kumpul di lingkungan rumah.

Tapi sebenarnya, apa sih arti dari istilah itu sendiri? Dan kenapa tradisi ini punya tempat spesial selama Ramadan?

Mengulik Makna Iftar Jama'i

Kata "iftar" sendiri berasal dari bahasa Arab. Kalau merujuk KBBI, artinya ya aktivitas buka puasa itu. Sementara "jama'i" punya makna kolektif atau dilakukan secara beramai-ramai. Jadi, kalau digabung, iftar jama'i ya sederhananya: buka puasa bareng-bareng.

Di Indonesia, istilah ini sebenarnya punya saudara kembar yang lebih populer: "bukber" atau buka bersama. Praktiknya sama aja, cuma bahasanya aja yang beda.

Lebih Dari Sekadar Makan

Nah, di balik acara makan-makan itu, ada makna yang lebih dalam. Menurut penjelasan dari Kementerian Agama RI, iftar jama'i itu punya dimensi sosial dan keagamaan yang kuat. Intinya, ini adalah sarana untuk merajut ukhuwah, mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Bayangkan saja. Dalam kesibukan sehari-hari, jarang kan bisa kumpul semua? Nah, momen buka bersama inilah kesempatannya. Bukan cuma untuk ketemu dan ngobrol, tapi juga jadi ajang berbagi rezeki. Sering kan kita lihat, dalam acara seperti ini, ada juga yang sengaja mengundang atau membagikan makanan pada mereka yang kurang mampu.

Ritualnya pun biasanya nggak berhenti saat adzan magrib berkumandang. Selepas menyantap hidangan pembuka, jamaah seringkali melanjutkan dengan salat berjamaah, lalu diikuti tausiah singkat. Jadi, nilai ibadahnya jadi semakin lengkap.

Pada intinya, iftar jama'i itu nggak cuma tradisi tahunan biasa. Dia adalah cerminan nyata dari semangat kebersamaan dan kepedulian yang justru dianjurkan di bulan suci. Lewat kebiasaan sederhana inilah, ikatan sosial kita diperkuat dan semangat untuk berbagi jadi lebih hidup.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar