Di sisi lain, upaya penanganan terus digenjot. BPBD dan instansi terkait dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan koordinasi.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, bahkan sudah turun tangan langsung. Sejak Minggu, bantuan "masa panik" sudah disalurkan ke berbagai titik pengungsian.
Isinya beragam, mulai dari beras, sarden, mi instan, sampai makanan anak-anak. Juga ada minyak goreng, air mineral, telur ayam, kecap, saus, dan roti untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Tak hanya bantuan materi, Bupati juga menginstruksikan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi para pengungsi.
Terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Pengecekan kesehatan dilakukan secara berkala agar tidak ada korban jiwa yang berjatuhan.
Keadaan memang masih runyam. Tapi setidaknya, bantuan dan perhatian sudah mulai mengalir, meski rasanya masih jauh dari cukup.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan