Di sisi lain, usulan untuk kembali ke sistem enam hari sekolah ternyata bukan hal baru. Aspirasi ini, menurut Taj Yasin, sudah lama disuarakan, terutama oleh warga di sejumlah daerah. Kekhawatiran masyarakat akan ketergantungan anak-anak pada gawai pascasekolah diduga menjadi pemicu utamanya.
"Ketika anak berada di lingkungan sekolah, dianjurkan tidak menggunakan gawai. Itu sebabnya kami melakukan evaluasi kembali tahun ini,"
jelasnya, merinci alasan di balik wacana tersebut.
Namun begitu, Taj Yasin menegaskan bahwa semua masih dalam tahap pertimbangan. Belum ada keputusan final sama sekali. Semua opsi masih dibuka lebar, mulai dari penerapan serentak di seluruh Jawa Tengah, hingga kemungkinan menjalankannya sebagai proyek percontohan di daerah tertentu terlebih dahulu.
"Nanti akan diputuskan berdasarkan hasil kajian,"
Artikel Terkait
Tok... Tok... di Malam Cengkareng, Ritme Penjaga yang Tak Lekang Waktu
KPK Ubah Pola Sidak, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipertontonkan
Banjir Bawa Kayu, Warga Boleh Ambil untuk Bangun Rumah
JPO Sarinah Bakal Dibangun Kembali, Gubernur Pastikan Penyeberangan Bawah Tetap Dibuka