Di sisi lain, usulan untuk kembali ke sistem enam hari sekolah ternyata bukan hal baru. Aspirasi ini, menurut Taj Yasin, sudah lama disuarakan, terutama oleh warga di sejumlah daerah. Kekhawatiran masyarakat akan ketergantungan anak-anak pada gawai pascasekolah diduga menjadi pemicu utamanya.
"Ketika anak berada di lingkungan sekolah, dianjurkan tidak menggunakan gawai. Itu sebabnya kami melakukan evaluasi kembali tahun ini,"
jelasnya, merinci alasan di balik wacana tersebut.
Namun begitu, Taj Yasin menegaskan bahwa semua masih dalam tahap pertimbangan. Belum ada keputusan final sama sekali. Semua opsi masih dibuka lebar, mulai dari penerapan serentak di seluruh Jawa Tengah, hingga kemungkinan menjalankannya sebagai proyek percontohan di daerah tertentu terlebih dahulu.
"Nanti akan diputuskan berdasarkan hasil kajian,"
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Libur Panjang Maret 2026, Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan
Anak Temukan Orang Tua Tewas dan Terluka Diduga Korban Perampokan di Bekasi
Presiden Prabowo Panggil Menteri Bahas Dampak Ketegangan Timur Tengah pada Pasokan Minyak
Kemendikdasmen Cairkan Rp 411,4 Miliar untuk Revitalisasi 1.741 Sekolah Pascabencana di Sumatra