Kisah Pilu Sang Ibu
Sementara itu, sang ibu, Arumi, sebelumnya telah bercerita panjang lebar tentang hari hilangnya putra semata wayangnya itu. Kejadiannya berawal pada 6 Maret 2025, saat Ramadan, di waktu senja menjelang magrib. Seperti biasa, Alvaro berangkat ke masjid dekat rumah untuk salat.
Tapi sore itu berbeda. Waktu terus bergulir, dan Alvaro tak kunjung pulang. Arumi yang mulai khawatir langsung beraksi, menelusuri setiap sudut dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumah. Hasilnya nihil.
"Dari abis magrib itu nggak pulang-pulang," ujar Arumi, Kamis (17/4). "Dari abis magrib nggak pulang, jam 7, jam 8 dicari juga nggak ada. Sampai jam 10 lah, nggak ada."
Pencarian informasi pun dilakukan. "Kita tanya sama teman-temannya yang di masjid, yang biasa salat bareng, katanya dari sore nggak sama Alvaro. Berarti besar kemungkinan dia diculik sebelum salat magrib," ungkapnya, mencoba menyusun puzzle kejadian yang merenggut anaknya.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran Dimulai Lebih Awal, Warga Hindari Tiket Mahal dan Kerumunan
UEA Cegat Ratusan Rudal dan Drone Iran, Puing Jatuh di Burj Al Arab
Anggota DPR Desak Hukuman Maksimal untuk Paman Pelaku Penyiksaan Balita di Surabaya
AS dan Israel Serang Iran, Teheran Balas dengan Rudal ke Israel