Kisah Pilu Sang Ibu
Sementara itu, sang ibu, Arumi, sebelumnya telah bercerita panjang lebar tentang hari hilangnya putra semata wayangnya itu. Kejadiannya berawal pada 6 Maret 2025, saat Ramadan, di waktu senja menjelang magrib. Seperti biasa, Alvaro berangkat ke masjid dekat rumah untuk salat.
Tapi sore itu berbeda. Waktu terus bergulir, dan Alvaro tak kunjung pulang. Arumi yang mulai khawatir langsung beraksi, menelusuri setiap sudut dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumah. Hasilnya nihil.
"Dari abis magrib itu nggak pulang-pulang," ujar Arumi, Kamis (17/4). "Dari abis magrib nggak pulang, jam 7, jam 8 dicari juga nggak ada. Sampai jam 10 lah, nggak ada."
Pencarian informasi pun dilakukan. "Kita tanya sama teman-temannya yang di masjid, yang biasa salat bareng, katanya dari sore nggak sama Alvaro. Berarti besar kemungkinan dia diculik sebelum salat magrib," ungkapnya, mencoba menyusun puzzle kejadian yang merenggut anaknya.
Artikel Terkait
Hujan Deras Pagi Ini, Jakarta Terjebak Lautan Logam yang Diam
Ramadan 2026: Potensi Dua Hari Suci Kembali Menghiasi Indonesia
Hujan Deras Lumpuhkan Transjakarta, Rute Ini Paling Parah
Waspada Banjir, Status Siaga di Dua Titik Ibu Kota Naik ke Level 3