Kabut tipis masih menyelimuti Desa Supiturang di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Pasca-erupsi Gunung Semeru, suasana terasa hening, namun sigap. Di tengah pemandangan itu, para prajurit TNI terlihat melakukan peninjauan mendalam. Ratusan warga, sayangnya, masih harus bertahan di tempat pengungsian.
Menurut Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi selaku Kabidpenum Puspen TNI, ada 477 jiwa yang masih mengungsi di dua titik di Kecamatan Pronojiwo.
"Sementara itu, aktivitas masyarakat di wilayah Candipuro dilaporkan sudah kembali normal," ujarnya pada Minggu (23/11/2025).
Di sisi lain, kabar duka masih menyelimuti. Tiga warga korban erupsi mengalami luka bakar akibat hantaman awan panas dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Lumajang dan Pasuruan. Kondisi mereka terus dipantau.
Upaya penanganan di lapangan tak kenal lelah. Tim Aju Setiap Saat Siap Bergerak (S3B) dari Divisi Infanteri 2/Kostrad, bersama personel Koramil setempat, bergerak dari pagi hingga malam. Mereka menembus kondisi alam yang sulit ditebak untuk melakukan asesmen menyeluruh. Tujuannya jelas: memetakan mana zona yang sudah aman dan mana yang masih menyimpan bahaya.
Cuaca di lokasi dilaporkan mendung, menambah daftar kekhawatiran. Ancaman banjir lahar dingin disebut-sebut masih cukup tinggi, terutama dengan intensitas hujan yang makin meningkat.
Artikel Terkait
Riset: Gubernur DKI Pramono Anung Pimpin Keterlibatan Publik di Media Sosial
Komuter Jakarta Beradaptasi Buka Puasa di Tengah Perjalanan
Wakil Ketua MPR: 116 Kasus Bunuh Diri Anak adalah Persoalan Kebangsaan
Imigrasi Cianjur Deportasi WN Arab Saudi karena Penyalahgunaan Izin Tinggal Investor