Badan Geologi pun kembali mengingatkan. Masyarakat diminta untuk sama sekali tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 20 km dari puncak. Di luar zona itu pun, bahaya belum tentu hilang.
“Masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter karena potensi awan panas dan lahar masih dapat terjadi,” begitu bunyi peringatan tersebut.
Selain itu, kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat ancaman awan panas guguran, aliran lava, dan lahar masih mengintai. Terutama di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.
Seperti kita ketahui, Semeru meletus pada Rabu (19/11) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Sejak saat itu, statusnya langsung dinaikkan ke level IV atau Awas. Situasinya masih perlu terus dipantau.
Artikel Terkait
Pramono Anung Ziarah ke Makam MH Thamrin, Serukan Persatuan Kaum Betawi
Google Bantah Keterkaitan Investasi Gojek dengan Skandal Chromebook Kemendikbud
Degradasi Moral di Jakarta: Bonus Demografi atau Bom Waktu bagi Generasi Muda?
Rambu Baru di CFD Bundaran HI: Solusi atau Sekadar Peringatan?