Badan Geologi pun kembali mengingatkan. Masyarakat diminta untuk sama sekali tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 20 km dari puncak. Di luar zona itu pun, bahaya belum tentu hilang.
“Masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter karena potensi awan panas dan lahar masih dapat terjadi,” begitu bunyi peringatan tersebut.
Selain itu, kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat ancaman awan panas guguran, aliran lava, dan lahar masih mengintai. Terutama di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.
Seperti kita ketahui, Semeru meletus pada Rabu (19/11) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Sejak saat itu, statusnya langsung dinaikkan ke level IV atau Awas. Situasinya masih perlu terus dipantau.
Artikel Terkait
Hino Perkenalkan Truk Pemadam Kebakaran Berbasis Sasis 300 Series di GIICOMVEC 2026
Baznas Gelar Turnamen Padel untuk Kumpulkan Dana Bencana Sumatera
Dua Perempuan Diamankan Polisi Diduga Lakukan Sumpah dengan Menginjak Al-Quran
Barcelona Hadapi Espanyol dalam Derby Catalunya, Usai Tekuk di Liga Champions