Kelompok militan itu juga membantah memiliki instalasi militer di kamp-kamp Palestina di Lebanon. Mereka menyebut klaim Israel hanya "kebohongan" belaka.
Memang militer Israel merilis video serangan yang konon menarget sebuah gedung. Tapi menurut saksi di lapangan, ceritanya lain sama sekali. Hamas bersikeras bahwa "lokasi yang ditargetkan adalah lapangan olahraga terbuka yang sering dikunjungi oleh para pemuda di kamp tersebut". Mereka menegaskan, "mereka yang menjadi target adalah sekelompok anak laki-laki" yang sedang berada di lapangan saat serangan terjadi.
Kamp Ain al-Helweh sendiri bukan tempat sembarangan. Lokasinya padat, terletak di pinggiran kota pesisir Sidon, dan dikenal sebagai kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon.
Yang membuat situasi makin rumit, serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang seharusnya masih berlaku. Kesepakatan November lalu itu bertujuan menghentikan permusuhan dengan sekutu Hamas, Hizbullah, yang sudah berlangsung lebih dari setahun. Tapi nyatanya, tembakan dan ledakan masih terus terdengar.
Artikel Terkait
Trump Bebaskan Dua Kru Rusia, Moskow Ucapkan Terima Kasih
Polisi dan Istri Menyamar, Gagalkan Aborsi di Klinik Puncak
Gus Imron Tuding Islah di Tubuh PBNU Hanya Wacana Belaka
Wamen Dalam Negeri Sambangi Sekolah Rakyat, Serukan Semangat Belajar untuk Masa Depan Bangsa