Kabar baik datang dari Moskow. Pemerintah Rusia mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah membebaskan dua awak kapal tanker Marinera yang berkewarganegaraan Rusia. Kapal itu sendiri sebelumnya disita pasukan AS di perairan Atlantik Utara. Menariknya, Rusia secara khusus menyebut bahwa keputusan ini diambil langsung oleh Presiden AS, Donald Trump.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Dalam sebuah pernyataan resmi, dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih Moskow kepada Trump atas langkah tersebut.
"Sebagai tanggapan atas permohonan kami, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk membebaskan dua warga negara Rusia dari antara kru kapal tanker Marinera, yang sebelumnya ditahan oleh pihak Amerika selama operasi di Atlantik Utara,"
Begitu kabar pembebasan diterima, otoritas Rusia langsung bergerak. Zakharova menyebut langkah-langkah mendesak telah diambil untuk memastikan kedua warga negaranya itu bisa segera pulang ke tanah air.
Namun begitu, di balik nada terima kasih ini, suasana sebenarnya masih tegang. Pengumuman pembebasan kru ini muncul setelah gelombang kecaman keras dari Moskow soal penyitaan kapal tanker itu yang sebelumnya bernama M/V Bella 1. Bagi Rusia, operasi militer AS itu sama sekali tidak bisa diterima.
Mereka mencapnya sebagai tindakan ilegal, sebuah pelanggaran berat terhadap hukum laut internasional. Posisi Rusia jelas: mereka menuntut kapal beserta seluruh awaknya dibebaskan sepenuhnya. Klaim Washington bahwa kapal tanker itu tak berkebangsaan atau menggunakan bendera palsu pun ditolak mentah-mentah oleh Moskow.
Artikel Terkait
Patung Liberty Tersembunyi di Tangerang, Ternyata Bakal Jadi Cetakan
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur