Angka-angka itu semakin menegaskan betapa krusialnya peran perempuan sebagai penggerak roda ekonomi. Inilah yang menjadi dasar kuat untuk terus meningkatkan pemberdayaan dan kapasitas kepemimpinan mereka di kelompok-kelompok masyarakat. Kepemimpinan perempuan di level akar rumput terbukti jadi elemen penting yang memperkuat dampak dari program pemberdayaan ekonomi itu sendiri.
Menteri PANRB, Rini Widyantini, turut memberikan pandangannya.
“Perempuan saat ini memiliki peran yang sangat penting pada ketahanan ekonomi keluarga. Dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang dibuat oleh perempuan di rumah, melalui literasi keuangan perempuan bukan sekadar bagian dari populasi, tetapi juga aktor utama dalam penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Dia optimis. Dengan memperkuat kepemimpinan perempuan dalam komunitas, pemberdayaan ekonomi tak hanya sekadar menaikkan pendapatan. Lebih dari itu, akan terjadi perubahan sosial yang signifikan; perempuan akan semakin dipercaya, didengar, dan benar-benar berdaya saat mengambil keputusan penting untuk keluarga dan masyarakat sekitar.
“Jika pendekatan tersebut diperluas dan diperkuat secara nasional, kepemimpinan perempuan dapat menjadi motor penggerak dalam percepatan pengentasan kemiskinan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya memberi penekanan.
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Ramaikan Lapangan Banteng, Usung Tema Perkokoh Persatuan
Hino Perkenalkan Truk Pemadam Kebakaran Berbasis Sasis 300 Series di GIICOMVEC 2026
Baznas Gelar Turnamen Padel untuk Kumpulkan Dana Bencana Sumatera
Dua Perempuan Diamankan Polisi Diduga Lakukan Sumpah dengan Menginjak Al-Quran