Ia juga membagikan foto helm Waffen-SS dan menyebut Schmidt tak lebih dari seorang penjajah.
“Sudah saatnya bagimu untuk meninggalkan negara ini, yang seharusnya tidak pernah kau datangi. Tanpamu, negara ini punya kesempatan.”
Ketegangan antara Schmidt dan Dodik, yang hingga belum lama ini masih menjabat sebagai Presiden Republika Srpska, telah memicu krisis politik terburuk di Bosnia dalam beberapa dekade terakhir.
Perang Bosnia 1992–1995 memang meninggalkan luka yang dalam. Sekitar 100.000 nyawa melayang. Akhirnya, negara itu terbelah jadi dua entitas semi-otonom: Republika Srpska yang dikuasai Serbia, dan federasi Muslim-Kroasia. Masing-masing punya pemerintahannya sendiri, sementara lembaga pusat yang menyatukan mereka terasa begitu lemah.
Artikel Terkait
Drainase Tak Memadai, Kawasan Industri Cikande Terendam Banjir
KPK Bongkar Suap Pajak Rp75 Miliar, Izin Konsultan Terancam Dicabut
Gabungan TNI-Polri dan Warga Gelar Patroli di Titik Rawan Kemang
Langit 2026: Gerhana Matahari Tak Tampak, Gerhana Bulan Masih Berpeluang