Ia juga membagikan foto helm Waffen-SS dan menyebut Schmidt tak lebih dari seorang penjajah.
“Sudah saatnya bagimu untuk meninggalkan negara ini, yang seharusnya tidak pernah kau datangi. Tanpamu, negara ini punya kesempatan.”
Ketegangan antara Schmidt dan Dodik, yang hingga belum lama ini masih menjabat sebagai Presiden Republika Srpska, telah memicu krisis politik terburuk di Bosnia dalam beberapa dekade terakhir.
Perang Bosnia 1992–1995 memang meninggalkan luka yang dalam. Sekitar 100.000 nyawa melayang. Akhirnya, negara itu terbelah jadi dua entitas semi-otonom: Republika Srpska yang dikuasai Serbia, dan federasi Muslim-Kroasia. Masing-masing punya pemerintahannya sendiri, sementara lembaga pusat yang menyatukan mereka terasa begitu lemah.
Artikel Terkait
Indonesia Catat 53,52 Miliar Jam Penggunaan Ponsel, Generasi Alpha di Bawah 13 Tahun Jadi Sorotan
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Terima Rp335 Juta di Pendopo Kabupaten
Liverpool Kembali ke Jalur Kemenangan Usai Taklukkan Fulham 2-0
Rumah Sakit Utama di Beirut Bertahan di Tengah Ancaman Militer dan Krisis Pasokan Medis