Meski mengapresiasi semangat penyambutan yang selama ini diberikan, Presiden menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi para siswa yang harus menunggu berjam-jam di bawah terik matahari. Ia menegaskan bahwa hak belajar anak di sekolah harus diutamakan daripada kegiatan protokoler.
Kebijakan baru ini diharapkan dapat mengubah tradisi penyambutan pejabat negara yang selama ini kerap melibatkan pelajar. Para guru dan orang tua menyambut baik keputusan ini, mengingat pentingnya waktu belajar dan perlindungan terhadap anak dari paparan cuaca ekstrem.
Analis politik menilai langkah ini sebagai bagian dari komitmen pemerintahan baru untuk lebih memprioritaskan kepentingan praktis pendidikan dan kesejahteraan pelajar dibandingkan dengan formalitas upacara penyambutan.
Artikel Terkait
Gus Imron Tuding Islah di Tubuh PBNU Hanya Wacana Belaka
Wamen Dalam Negeri Sambangi Sekolah Rakyat, Serukan Semangat Belajar untuk Masa Depan Bangsa
Polisi dan Warga Megamendung Gelar Doa Bersama untuk Jaga Keamanan
Sekolah Rakyat Prabowo Tembus 104 Titik, Targetkan 200 Gedung pada 2027