Meski mengapresiasi semangat penyambutan yang selama ini diberikan, Presiden menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi para siswa yang harus menunggu berjam-jam di bawah terik matahari. Ia menegaskan bahwa hak belajar anak di sekolah harus diutamakan daripada kegiatan protokoler.
Kebijakan baru ini diharapkan dapat mengubah tradisi penyambutan pejabat negara yang selama ini kerap melibatkan pelajar. Para guru dan orang tua menyambut baik keputusan ini, mengingat pentingnya waktu belajar dan perlindungan terhadap anak dari paparan cuaca ekstrem.
Analis politik menilai langkah ini sebagai bagian dari komitmen pemerintahan baru untuk lebih memprioritaskan kepentingan praktis pendidikan dan kesejahteraan pelajar dibandingkan dengan formalitas upacara penyambutan.
Artikel Terkait
Anggaran dan Kualitas Menu Makanan Bergizi Gratis Ramadan Dipertanyakan, BGN Beri Penjelasan
Serangan Udara Myanmar Tewaskan Belasan Warga Sipil di Pasar Rakhine
Program Makan Bergizi di Purworejo Tetap Berjalan Lancar Selama Ramadan
Bamsoet Dorong Bantuan Pangan Siap Saji untuk Percepat Tanggap Darurat Bencana