Kejaksaan Negeri Serang menjatuhkan tuntutan pidana terhadap dua mahasiswa terlibat aksi perusakan pos lalu lintas. Fathan Nurma'arif (21) dituntut 10 bulan penjara, sementara Jonathan Rahardian Putra (22) menghadapi tuntutan 5 bulan penjara.
Jaksa Penuntut Umum Youliana Ayu Rospita membacakan tuntutan tersebut di Pengadilan Negeri Serang, Selasa (18/11/2025). "Menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan dikurangi masa tahanan kepada terdakwa Fathan Nurma'arif," tegas Youliana dalam persidangan.
Berdasarkan fakta persidangan, Fathan didakwa terbukti melakukan pembakaran pos lalu lintas di Bunderan Ciceri, Kota Serang. Aksi tersebut terjadi dalam kericuhan pada akhir Agustus 2025.
Sementara Jonathan Rahardian dituntut dengan pidana lebih ringan. JPU menyatakan terdakwa berniat merusak kaca pos lalu lintas selama kerusuhan berlangsung. "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 5 bulan," jelas jaksa.
Kedua terdakwa yang merupakan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebelumnya telah menjalani sidang dakwaan pada 15 Oktober. Dalam persidangan terungkap Fathan diduga menyiram bensin yang memicu kebakaran pos lalu lintas, sedangkan Jonathan disebut melempar patahan bambu hingga memecahkan kaca jendela pos.
Artikel Terkait
Pegawai Bank di Tulang Bawang Ditembak Saat Tidur di Kamarnya
Tiga Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Rp9,42 Triliun
Sidang Korupsi Minyak Mentah Berlanjut hingga Dini Hari, Enam Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara
Kemenag-British Council Latih 613 Guru Bahasa Inggris Madrasah