"Generasi muda memerlukan ruang untuk mengasah diri. Tarung Derajat memberi ruang itu, dengan pendekatan yang memadukan ketangguhan fisik dan ketegasan moral. Dari kejuaraan seperti ini diharapkan lahir atlet mumpuni, pelatih masa depan, dan anak-anak muda yang siap berkontribusi untuk Indonesia," kata Bamsoet.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas Pelajar 2025 ini akan menjadi tolok ukur penting bagi pengembangan program pembinaan atlet di daerah. Semakin tinggi partisipasi pelajar, semakin besar potensi Tarung Derajat untuk mengukuhkan diri sebagai kekuatan budaya dan olahraga nasional.
"Bonus demografi harus dikelola secara serius. Olahraga bela diri seperti Tarung Derajat mengajarkan keberanian moral, ketangguhan mental, kecerdasan strategi, dan disiplin diri. Semuanya merupakan syarat yang dibutuhkan ketika generasi muda memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat," pungkas Bamsoet.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, di antaranya Sang Guru Badai, Christophorus MP dan Donni W Mahendro dari jajaran pengurus PB Kodrat. Dari pihak Kemenpora, hadir Penelaah Teknis Olahraga Muhammad Ilyas serta Pelatih Olahraga Ahli Madya Dadan Heri.
Artikel Terkait
Pemerintah Alokasikan Rp55 Triliun untuk THR 2026, Dibayarkan Penuh Tanpa Potongan
Kuasa Hukum Gus Yaqut Gugat Status Tersangka KPK di Praperadilan
Billar Ungkap Kehamilan Ketiga Lesti Tak Direncanakan, Dokter Ingatkan Risiko Kesehatan
Menlu Sugiono Tawarkan Mediasi Indonesia untuk Redam Konflik Timur Tengah