Prabowo Ungkap 55 Juta Penerima MBG, Tapi Masih Ada yang Bertanya: Kapan Giliran Kami?

- Selasa, 06 Januari 2026 | 02:20 WIB
Prabowo Ungkap 55 Juta Penerima MBG, Tapi Masih Ada yang Bertanya: Kapan Giliran Kami?
Artikel Ditulis Ulang

Di acara Puncak Natal Nasional 2025, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar yang cukup mencengangkan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkannya ternyata sudah menjangkau 55 juta penerima manfaat. Bayangkan saja, angka itu setara dengan memberi makan seluruh populasi Singapura sebanyak delapan kali lipat.

Acara yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026) itu, diwarnai cerita Prabowo saat blusukan ke daerah. Ia mengaku sering mendapat ucapan terima kasih dari warga. Namun, di sisi lain, ada juga yang justru menanyakan kapan giliran mereka bisa merasakan program tersebut.

"Setiap kali saya keliling daerah saya sedih," ujarnya.

"Walaupun ada yang teriak 'Terima kasih Pak MBG', saya maju lagi lima meter ada yang bilang 'Kapan Pak kami terima MBG?'"

Terlepas dari dinamika di lapangan, capaian 55 juta orang dalam setahun ini dianggap sebagai prestasi besar. Prabowo lantas memuji kerja keras Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjalankan program sejak pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025.

"Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat Indonesia," tegasnya.

"Bisa dibilang, tiap hari kita beri makan 55 juta mulut saudara-saudara. Itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura."

Menariknya, pencapaian ini bahkan mengalahkan rekor Brasil. Menurut Prabowo, negara di Amerika Selatan itu butuh waktu hingga 11 tahun hanya untuk mencapai 40 juta penerima.

"Presiden Brasil menyampaikan ke saya mereka mencapai 40 juta dalam 11 tahun," jelas Prabowo.

"Kita? 55 juta dalam satu tahun. Karena kita mulai 6 Januari 2024, hari ini 5 Januari 2026."

Perbandingan itu jelas menunjukkan kecepatan eksekusi yang luar biasa. Meski begitu, di balik angka-angka fantastis itu, masih ada harapan dan tanya dari mereka yang belum kebagian. Itulah realitas yang sepertinya juga disadari betul oleh sang Presiden.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar