"Kami mengobrol terlebih dahulu sebagai bentuk ice breaking. Bercerita tentang keluarga, tentang hobi, dan berbagai hal lainnya untuk mencairkan suasana," sebut Asep.
Setelah suasana menjadi lebih rileks dan kondusif, barulah penyidik beralih ke substansi pokok pemeriksaan. Teknik yang dianggap paling efektif adalah dengan secara langsung menunjukkan bukti atau kesalahan yang dilakukan oleh saksi.
"Teknik utama yang kami gunakan, mungkin mirip dengan yang dilakukan jurnalis investigatif, adalah mencari titik kesalahan utamanya terlebih dahulu. Kemudian, kami tunjukkan kesalahan tersebut secara langsung," jelasnya.
Penjelasan Soal Suhu Ruang Pemeriksaan KPK
Asep juga memberikan klarifikasi terkait keluhan sejumlah saksi yang merasa suhu ruang pemeriksaan terlalu dingin. Dia menegaskan bahwa sistem pendingin ruangan di gedung KPK bersifat sentral dan terintegrasi.
"Suhu di semua ruangan pemeriksaan itu sama karena menggunakan sistem sentral. Tidak mungkin satu ruangan diatur pada suhu 18 derajat sementara ruangan lainnya 21 atau 23 derajat. Semua ruangan memiliki setting suhu yang seragam," pungkas Asep.
Dengan berbagai pendekatan psikologis dan teknis ini, KPK berupaya maksimal untuk mengungkap kebenaran dalam setiap proses pemeriksaan saksi, terutama dalam kasus-kasus korupsi yang kompleks.
Artikel Terkait
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Restui Usulan Relaksasi
Taksi Listrik Ngamuk, Hancurkan Restoran Ayam Goreng di Tangerang
Menteri Tito Izinkan Warga Manfaatkan Kayu Hanyut untuk Bangun Kembali Rumah
Siswa Jakarta Borong Medali Emas di Ajang Inovasi Internasional Bangkok