Hingga laporan ini dibuat, data terbaru menunjukkan sekitar 30 unit rumah mengalami kerusakan dan total 886 warga telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh tim gabungan masih terus berlanjut untuk menemukan 26 warga lainnya yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Pencarian terhadap 26 warga ini menjadi prioritas utama. Untuk mempercepat proses, sebanyak 500 personel akan kembali dikerahkan pada esok hari untuk melanjutkan operasi pencarian.
Di tengah para pengungsi, Luthfi menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas korban jiwa yang telah berjatuhan. Dia juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Operasi SAR direncanakan akan dilanjutkan pada pagi hari berikutnya dengan pembagian sektor pencarian yang lebih terfokus. Berbagai pihak seperti BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus berkoordinasi untuk memperkuat upaya pencarian sekaligus memastikan terpenuhinya layanan dasar bagi warga yang terdampak.
Sejak awal kejadian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerapkan sistem penanganan terpadu yang terbagi dalam empat klaster utama. Klaster ini dirancang untuk memastikan semua aspek kebutuhan warga terpenuhi, mulai dari pengungsian, logistik, kesehatan, hingga pendidikan bagi anak-anak.
Artikel Terkait
Remaja Magelang Hilang Usai Pendakian Singkat di Gunung Slamet
Gempa 5,4 SR Guncang Tual Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Badai Gaza: Hujan Deras Menguak Tragedi Kemanusiaan yang Semakin Parah
Prabowo Teken UU Penyesuaian Pidana, Hukum Kolonial Resmi Ditinggalkan