Kondisi krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, semakin parah setelah hujan deras membanjiri tempat-tempat pengungsian. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat menyebabkan genangan air yang merendam tenda dan barang-barang para pengungsi.
Banjir ini datang tak lama setelah jeda sementara dalam konflik, menambah penderitaan warga yang sudah kehilangan tempat tinggal. Laporan menyebutkan bahwa kasur dan selimut para pengungsi basah kuyup tanpa ada cara untuk mengeringkannya.
Permintaan Bantuan Meningkat, Sumber Daya Terbatas
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima ratusan permohonan bantuan. Namun, kemampuan untuk menanggapi permintaan ini sangat terbatas karena kurangnya sumber daya dan peralatan yang diperlukan.
Basal menegaskan bahwa seluruh pusat penampungan mengalami kenaikan air hingga lebih dari 10 sentimeter. Menurutnya, tidak ada pilihan lain yang tersisa bagi para pengungsi karena infrastruktur telah hancur.
Kondisi Tenda Pengungsian yang Memprihatinkan
Banyak tenda pengungsian di Gaza dilaporkan roboh akibat terjangan hujan deras. Warga yang mengungsi di Kota Gaza menggambarkan kondisi tenda yang sudah usang dan tidak mampu melindungi mereka dari cuaca ekstrem.
Seorang pengungsi, Raed Al-Alayan, menyatakan bahwa tenda tempat tinggal keluarganya kebanjiran tanpa ada atap yang memadai untuk melindungi dari hujan.
Badai memang biasa terjadi di Gaza pada musim ini, namun dengan ratusan ribu orang yang mengungsi dari rumah permanen mereka, bahkan curah hujan normal pun dapat menyebabkan banjir yang memperburuk kondisi hidup yang sudah sulit.
Kisah Pilu Para Pengungsi
Seorang perempuan pengungsi menunjukkan kondisi tenda keluarganya yang basah kuyup, tempat ia tinggal bersama 20 anak, termasuk bayi yang baru lahir. Dengan penuh kepedihan, ia bertanya-tanya tentang masa depan mereka tanpa tempat tinggal yang layak.
PBB melalui juru bicara Stéphane Dujarric mengonfirmasi bahwa ratusan tenda dan tempat penampungan sementara terendam banjir. Mitra PBB di lapangan melaporkan bahwa Gaza tidak memiliki peralatan yang memadai untuk pencegahan banjir, termasuk peralatan untuk menguras air dari tenda dan membersihkan puing-puing.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Subsidi Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi dan Tekan Konsumsi BBM
Oknum TNI Diduga Pukul Penjaga Warung hingga Rusak Etalase di Kemayoran, Pelaku Justru Klaim Luka Tusuk
Delapan Pembalap Perempuan Indonesia Buktikan Diri di Mandalika Kartini Race 2026
MCI Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee, Bukan Status Keislamannya