Kondisi krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, semakin parah setelah hujan deras membanjiri tempat-tempat pengungsian. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat menyebabkan genangan air yang merendam tenda dan barang-barang para pengungsi.
Banjir ini datang tak lama setelah jeda sementara dalam konflik, menambah penderitaan warga yang sudah kehilangan tempat tinggal. Laporan menyebutkan bahwa kasur dan selimut para pengungsi basah kuyup tanpa ada cara untuk mengeringkannya.
Permintaan Bantuan Meningkat, Sumber Daya Terbatas
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima ratusan permohonan bantuan. Namun, kemampuan untuk menanggapi permintaan ini sangat terbatas karena kurangnya sumber daya dan peralatan yang diperlukan.
Basal menegaskan bahwa seluruh pusat penampungan mengalami kenaikan air hingga lebih dari 10 sentimeter. Menurutnya, tidak ada pilihan lain yang tersisa bagi para pengungsi karena infrastruktur telah hancur.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan