Jaringan Jalan Baru Badung: Solusi Kemacetan & Konektivitas Wisata Bali 2027

- Minggu, 16 November 2025 | 22:05 WIB
Jaringan Jalan Baru Badung: Solusi Kemacetan & Konektivitas Wisata Bali 2027

Pembangunan Jaringan Jalan Baru Badung: Solusi Atasi Kemacetan dan Tingkatkan Konektivitas Wisata

Pemerintah Kabupaten Badung sedang mempercepat pembangunan jaringan jalan baru yang bertujuan mengurai kemacetan kronis dan menghubungkan kawasan wisata strategis. Proyek infrastruktur besar ini difokuskan pada konektivitas antara Kuta Utara, Kuta Selatan, dan jalur menuju Denpasar.

Target Penyelesaian dan Manfaat Jalan Baru Badung

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memastikan manfaat proyek ini akan mulai dirasakan masyarakat pada akhir 2026 atau awal 2027. Pembangunan jalan ini menjadi fondasi sistem mobilitas terpadu Badung yang diharapkan dapat mengatasi bottleneck di tiga titik utama.

Pendanaan dan Ruang Lingkup Pembangunan

Dukungan pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman daerah sebesar Rp 2,8 triliun. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan tiga ruas jalan baru yang dirancang memecah kepadatan arus wisata di Kuta Utara dan Kuta Selatan, sekaligus membuka jalur penghubung menuju Denpasar.

Sebagian dana, sekitar Rp 1,4 triliun, dialokasikan khusus untuk pembebasan lahan di berbagai titik strategis. Rencana termasuk pengembangan Lingkar Barat di Pecatu dan pembebasan lahan dari Uluwatu menuju Nusa Dua.

Prioritas Penanganan Titik Macet Pariwisata

Fokus tahap awal pembangunan jalan di Badung adalah pada titik-titik destinasi pariwisata yang mengalami kemacetan parah. Beberapa area prioritas meliputi Jalan Raya Uluwatu, kawasan depan GWK Cultural Park, dan Simpang Nirmala Ungasan.

Proses pembebasan lahan untuk titik-titik strategis ini sudah dimulai sejak akhir 2025, menandai komitmen serius pemerintah daerah dalam menuntaskan masalah kemacetan.

Konektivitas Kawasan Kuta Utara dan Integrasi Denpasar

Selain kawasan selatan, pembangunan jaringan jalan juga menyasar konektivitas Kuta Utara yang mencakup Berawa, Canggu, dan Umalas. Rencana pengembangan jalur ini akan menghubungkan kawasan padat tersebut dengan jaringan transportasi Denpasar.

Jalur penghubung dari Berawa dan Canggu menuju Umalas, Kedampal, dan Teuku Umar Barat menjadi prioritas penting. Akses ini dinilai krusial sebagai jalur alternatif wisata dan konektivitas ke pusat aktivitas kota.

Dampak Strategis Pembangunan Jalan Badung

Dengan penyelesaian proyek jalan baru ini, diharapkan terjadi peningkatan kenyamanan bagi wisatawan dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Integrasi mobilitas Badung-Denpasar akan membuka akses lebih luas dan mendukung perkembangan pariwisata berkelanjutan di Bali.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar