Langkah-Langkah Strategis yang Diperlukan
Selly Andriany mengusulkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat perlindungan anak. Beberapa rekomendasi utamanya meliputi:
Pertama, penguatan sistem pengawasan yang berbasis komunitas, mulai dari tingkat RT dan RW hingga lingkungan sekolah. Kedua, perlunya edukasi publik yang masif dan berkelanjutan mengenai tanda-tanda bahaya, modus operandi pelaku, dan prosedur standar operasional dalam situasi darurat.
Ketiga, pemanfaatan teknologi modern seperti pemasangan CCTV di lingkungan permukiman dan pengembangan sistem pelaporan yang cepat dan responsif. Keempat, penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi terhadap pelaku untuk menciptakan efek jera.
Terakhir, institusi pendidikan juga diminta untuk memperketat protokol penjemputan siswa dan memastikan setiap anak memahami cara mengenali serta menghindari situasi yang berpotensi risiko.
Latar Belakang Kasus Penculikan Terkini
Masyarakat baru-baru ini dihebohkan dengan kasus hilangnya Bilqis, seorang balita berusia 4 tahun di Makassar. Korban berhasil ditemukan setelah hampir seminggu menghilang, tepatnya di Jambi. Investigasi mengungkap bahwa Bilqis adalah korban penculikan yang kemudian dijual kepada komunitas adat terpencil dengan menggunakan dokumen palsu.
Selain kasus Bilqis, terdapat pula kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho, seorang bocah berusia 6 tahun di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, yang artinya sudah lebih dari 8 bulan, keberadaan Alvaro masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh kepolisian.
Artikel Terkait
Kakek 62 Tahun Tewas Dianiaya di Minimarket Bandung, Pelaku Ditangkap
Plafon SDN Ambruk Saat Siswa Sedang Sarapan Gratis di Jakarta
Bareskrim Kirim Tim Khusus Usut Tambang Ilegal di Sumbar
Banjir Rendam Boulevard Barat, Lalu Lintas Kelapa Gading Lumpuh Total