Teror Pocong di Pati: Motif Pesugihan & Fakta Lengkap yang Menggemparkan

- Rabu, 12 November 2025 | 15:12 WIB
Teror Pocong di Pati: Motif Pesugihan & Fakta Lengkap yang Menggemparkan
Teror Pocong di Pati: Aksi Pesugihan yang Menggemparkan Hajatan - Fakta Lengkap

Teror Pocong di Pati: Aksi Pesugihan yang Menggemparkan Hajatan

Sebuah kejadian misterius menggemparkan warga Dukuh Lembah, Desa Mojo, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pada Minggu malam, sebuah hajatan khitanan di rumah seorang warga bernama Muallim berubah menjadi keributan akibat kemunculan sosok menyerupai pocong. Peristiwa unik ini langsung menjadi viral setelah video penangkapan yang gagal beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman video yang tersebar, terlihat sejumlah warga berusaha menangkap sosok tersebut. Aksi mereka hanya berhasil menguasai sebuah mukena berwarna putih yang diduga dipakai oleh pelaku. Sosok yang mengenakan mukena itu berhasil kabur, meninggalkan warga yang marah dan berniat membakar mukena tersebut.

Kronologi Lengkap Kemunculan Pocong Jadi-Jadian

Kronologi kejadian dimulai ketika sekelompok ibu-ibu sedang sibuk memasak dan mencuci piring di area belakang rumah. Dari arah belakang, tiba-tiba muncul sosok berbalut kain putih yang langsung membuat para ibu tersebut berteriak ketakutan. Teriakan mereka memicu warga lain yang berada di area depan rumah untuk berhamburan dan mengejar sosok menyeramkan itu.

Kepala Unit Provos Polsek Cluwak, Aiptu Bambang Asmoro, mengonfirmasi insiden ini. Beliau menjelaskan bahwa pengejaran dan upaya penangkapan hanya berhasil mendapatkan bagian atasan mukena, sementara pelaku berhasil kabur dengan cara tersungkur lalu melarikan diri. Mukena yang tertinggal tidak dalam keadaan lengkap.

Motif Pesugihan Diduga Kuat di Balik Teror Pocong

Kepala Desa Mojo, Wiwit Edy Wuryanto, memiliki dugaan kuat mengenai motif di balik aksi teror ini. Beliau menyatakan bahwa kemunculan pocong jadi-jadian ini kemungkinan besar terkait dengan praktik pesugihan. Dugaan ini diperkuat oleh fakta bahwa ini bukan pertama kalinya warga melaporkan melihat penampakan serupa, meski upaya penangkapan baru berhasil dilakukan sekali.

Faktor lain yang menguatkan dugaan motif pesugihan adalah laporan dari warga tentang seringnya terjadi kehilangan uang dengan nilai tertentu. Warga melaporkan hilangnya uang dalam pecahan Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Bahkan, terdapat laporan tentang uang gendelan sebesar Rp 1.000.000 yang sering berkurang dengan jumlah tersebut.

Peringatan untuk Masyarakat dan Kondisi Terkini

Meskipun kemunculan pocong tidak terjadi setiap hari, Kepala Desa Wiwit menegaskan bahwa insiden selama hajatan kemarin adalah yang paling mencolok. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kehilangan uang secara spesifik selama acara hajatan di rumah Muallim berlangsung. Pihak kepolisian dan perangkat desa terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar