Asal Senjata Api Penembakan di Tanah Abang Terungkap, Diduga dari Timor Leste
Polda Metro Jaya berhasil mengungkap asal-usul senjata api yang digunakan dalam kasus penembakan terhadap seorang pengacara di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Senjata api jenis FN kaliber 9 mm tersebut diduga kuat diperoleh pelaku, berinisial HD, dari seorang rekanannya yang berada di Timor Leste.
Kombes Iman Imanuddin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa penyidik masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap senjata tersebut. Berdasarkan pengakuan tersangka, identitas senjata sengaja dirusak untuk menghilangkan jejak.
"Berdasarkan keterangan tersangka, senjata tersebut diperoleh dari rekannya di Timor Leste. Bentuk senjatanya FN dengan kaliber 9 mm, namun untuk identitas senjata sudah dirusak," jelas Iman saat memberikan keterangan pers di Polda Metro Jaya.
Polda Metro Jaya menyatakan komitmennya untuk terus menelusuri sumber pasti senjata api ilegal ini. Kapolda juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap kepemilikan senjata ilegal oleh warga sipil demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain fokus pada kasus senjata api, Polda Metro Jaya juga akan memperketat penanganan terhadap tindak kekerasan dan premanisme, yang seringkali muncul dalam kasus sengketa lahan di Jakarta. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya aksi serupa di masa depan.
"Ke depan, kami tidak akan membiarkan aksi-aksi serupa dalam bentuk kekerasan dan premanisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kami akan melakukan tindakan tegas untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," tegas Iman Imanuddin.
Dalam kasus penembakan ini, pelaku HD dijerat dengan Pasal 351 Ayat 2 KUHP juncto Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancaman hukuman maksimal yang dihadapi pelaku adalah 12 tahun penjara.
Peristiwa penembakan ini terjadi pada Selasa pagi di sebuah lahan kosong di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang. Korban, seorang pengacara berinisial WA (34), mengalami luka tembak di bagian punggung kanan atas dan sempat menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur sebelum akhirnya dinyatakan stabil.
Artikel Terkait
Ibu Laporkan Perawat RSHS Bandung atas Dugaan Percobaan Penculikan Bayi
Kejati Sulsel Periksa Mantan Pimpinan DPRD Terkait Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar
Pria di Bandung Barat Tewas Ditikam Teman Sekontrakan Usai Dituduh Mencuri
Nelayan Temukan Sabu Lebih dari Satu Kilogram di Pantai Pangkep