Masa Pemerintahan dan Tantangan yang Dihadapi
Sultan Muhammad Salahuddin memimpin Kesultanan Bima selama periode 1917 hingga 1951. Saat naik takhta pada 17 Oktober 1917, ia mewarisi kerajaan yang mengalami kemerosotan di bidang sosial dan ekonomi. Tekanan Belanda dalam hal perpajakan turut membebani kehidupan rakyat pada masa tersebut.
Kontribusi dan Gaya Kepemimpinan
Untuk mengatasi berbagai tantangan, Sultan Muhammad Salahuddin dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Ia aktif turun langsung ke desa-desa untuk memotivasi dan melihat kondisi rakyatnya. Pada masa pemerintahannya, perkembangan Islam di Bima mulai mendapatkan perhatian dengan pembinaan kader-kader Islam yang dilakukan di rumah-rumah dan langgar.
Akhir Masa Kekuasaan
Sultan Muhammad Salahuddin meninggalkan takhtanya setelah mangkat pada tahun 1951, mengakhiri periode kepemimpinan selama 34 tahun yang penuh dengan dinamika sejarah di Kesultanan Bima.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Skema Suap Pajak, Negara Rugi Rp 59 Miliar
Maling Dana Haji: Kezaliman yang Berani Halangi Panggilan Langit
Delapan Tahun Berlalu, Tere Liye Buka Suara Soal Sindiran ke Petugas Pajak
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa