Berdasarkan informasi yang diperoleh, pria tersebut merupakan seorang pensiunan dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setelah pensiun, ia memutuskan untuk berwirausaha bersama sang istri dengan bekerja di kantin SMAN 72 Jakarta.
Secara medis, korban ini mengalami luka terbuka di beberapa bagian tubuhnya. Ia juga melaporkan gejala telinga berdenging yang diduga kuat merupakan dampak dari ledakan keras. Saat ini, kondisinya terus dipantau dan ia masih dirawat di paviliun ruang inap RSI Cempaka Putih.
Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada hari Jumat lalu. Kejadian ini mengakibatkan puluhan korban mengalami luka bakar dan gangguan pendengaran. Dalam proses olah TKP, pihak kepolisian menemukan barang bukti senjata mainan yang memuat simbol dan nama terkait paham Neo-Nazi dan terorisme. Investigasi untuk mengungkap motif serta asal-usul bahan peledak masih terus dilakukan secara intensif oleh aparat kepolisian.
Artikel Terkait
Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
Debt Collector di Metro Diamankan, Diduga Gelapkan Mobil Debitur Rp285 Juta
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin