Dokter Tifa Ditersangkakan, Akan Hadir Kooperatif di Polda Metro Jaya
Aktivis yang dikenal sebagai Dokter Tifa, Tifauzia Tyassuma, secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Penetapan ini terkait kasus dugaan editing dan manipulasi digital terhadap dokumen ijazah yang melibatkan Roy Suryo dan lainnya.
Melalui akun X (sebelumnya Twitter) pada 9 November 2025, Dokter Tifa menyampaikan pernyataan resminya. Ia membuka pernyataannya dengan kalimat "Bismillāhirraḥmānirraḥīm" dan menegaskan komitmennya untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Pernyataan Dokter Tifa Terkait Status Tersangka
Dokter Tifa menegaskan bahwa penetapan dirinya sebagai tersangka bukanlah pernyataan bahwa ia bersalah. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pengadilan yang jujur akan membuktikan bahwa dirinya berada di jalur yang benar.
Jadwal Pemeriksaan Tersangka di Polda Metro Jaya
Dokter Tifa mengumumkan akan memenuhi jadwal pemeriksaan sebagai tersangka pada Kamis, 13 November 2025 di Polda Metro Jaya. Ia berjanji akan hadir secara kooperatif dan menjalani setiap langkah proses hukum dengan tenang, tegar, dan tanpa rasa takut.
Misi Perjuangan untuk Transparansi dan Kejujuran
Dalam pernyataannya, Dokter Tifa menekankan bahwa perjuangannya bukan tentang menyerang individu tertentu, melainkan tentang memperjuangkan kejujuran, transparansi, dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas, terutama terkait informasi tentang pemimpin mereka.
Keyakinan dan Harapan Dokter Tifa
Dokter Tifa menyampaikan keyakinannya bahwa Allah Maha Benar yang akan memutuskan segala sesuatu. Ia berharap masyarakat yang berpihak kepada kebenaran mendoakan kelancaran proses pemeriksaannya.
Di akhir pernyataannya, Dokter Tifa mengajak masyarakat yang cinta kebenaran dan keadilan untuk hadir membersamai proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
Artikel Terkait
ASDP Terapkan Diskon Tiket dan Tarif Tunggal untuk Mudik Lebaran 2026
Wakil Ketua BS OJK Soroti Kontradiksi Nilai Ramadhan dengan Korupsi Rp310 Triliun
Anggota Polri Meninggal dengan Luka Mencurigakan, Propam Polda Sulsel Lakukan Visum dan Pemeriksaan
Aktivis HAM Soroti Ironi Anggaran Negara Usai Tragedi Anak Meninggal karena Tak Mampu Beli Alat Tulis