Catholic Youth Fest KAP 2025: Semangat Baru Kaum Muda Katolik Pontianak
Catholic Youth Fest Keuskupan Agung Pontianak (KAP) sukses menghadirkan semangat baru bagi kaum muda Katolik untuk berkarya dan berbagi harapan. Acara akbar ini berlangsung di Rumah Radakng, Pontianak, pada 8–9 November 2025, dan menjadi wadah ekspresi utama bagi mahasiswa Katolik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Kalimantan Barat.
Agenda dan Rangkaian Acara Catholic Youth Fest KAP
Ketua Panitia, Eko Ricardo, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian Katalitas 2025. Agenda yang ditawarkan sangat beragam dan terbuka untuk umum. "Hari pertama diisi dengan panwity, panggung inspirasi, dan festival malam Minggu yang menampilkan pentas seni dari KMK dan BEM di Pontianak. Malam puncak akan dimulai dengan misa dan diikuti penampilan spesial dari para peserta," jelas Eko.
Tema Persatuan dan Keterbukaan
Eko menambahkan bahwa Catholic Youth Fest KAP mengusung tema kuat tentang persatuan dan keterbukaan. "Kegiatan ini terbuka untuk umum, tetapi secara khusus menjadi ruang utama bagi mahasiswa Katolik untuk menampilkan bakat serta mengabdikan diri dalam pelayanan kepada gereja dan keuskupan," ungkapnya.
Simbol Harapan dan Ruang Tumbuh Bersama
Pendamping kegiatan, Pastor Gregorius Kukuh Nugroho CM, menyampaikan bahwa Catholic Youth Fest adalah simbol harapan. "Semua panitia kegiatan ini adalah anak muda. Kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh bersama dan memiliki harapan. Acara ini inklusif, bukan hanya untuk umat Katolik," tegas Pastor Kukuh.
Dorongan Semangat Pelayanan Generasi Muda
Pastor Kukuh juga menekankan pentingnya menanamkan semangat pelayanan. Beliau berharap Catholic Youth Fest KAP dapat menginspirasi anak muda untuk terlibat aktif, baik dalam pelayanan gereja maupun masyarakat luas. "Saya yakin banyak anak muda Katolik di sini yang memiliki panggilan khusus. Melalui wadah ini, mereka belajar untuk memberi dan melayani dengan sepenuh hati," pungkasnya.
Acara Catholic Youth Fest KAP 2025 ini tidak hanya menjadi ajang pentas seni, tetapi juga sebuah gerakan untuk mempersatukan dan membangun masa depan yang lebih baik melalui kaum muda.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday