Mensos Gus Ipul Pastikan Pendampingan Penuh untuk Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta
Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, telah melakukan kunjungan langsung untuk menjenguk para korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Para korban saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Yarsi.
3 Bentuk Bantuan Kemensos untuk Korban Ledakan
Usai menjenguk, Gus Ipul menegaskan komitmen Kementerian Sosial dalam memberikan pendampingan komprehensif. Bantuan ini akan diberikan mulai dari masa perawatan hingga para korban kembali ke rumah. Adapun bentuk bantuan tersebut meliputi:
1. Perlindungan dan Jaminan Sosial
Pemerintah melalui Kemensos akan memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban ledakan SMAN 72 ditanggung. Hal ini disampaikan Gus Ipul untuk memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga korban.
2. Program Rehabilitasi
Bantuan dilanjutkan dengan program rehabilitasi yang terbagi menjadi dua jenis:
Rehabilitasi Medis: Pemulihan kondisi fisik korban.
Rehabilitasi Sosial: Pemulihan kondisi psikologis dan sosial korban.
3. Tindak Lanjut dan Pemberdayaan
Fase terakhir dari pendampingan adalah program pemberdayaan. Gus Ipul menyatakan bahwa bentuk program ini akan disesuaikan dengan hasil asesmen mendalam terhadap kebutuhan masing-masing korban.
Kondisi Terkini Korban Ledakan SMAN 72
Gus Ipul melaporkan bahwa terdapat 15 korban ledakan yang dirawat di RS Yarsi. Secara umum, kondisi mereka sudah mulai menunjukkan perbaikan. Mensos juga mengapresiasi semangat tinggi yang ditunjukkan oleh para siswa untuk segera pulih.
Berdasarkan data dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, total korban luka akibat insiden ini mencapai 96 orang. Sebanyak 29 korban di antaranya masih dirawat di tiga rumah sakit: RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Pertamina. Dua korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
Kapolri juga mengonfirmasi bahwa terduga pelaku ledakan merupakan siswa SMAN 72 dan saat ini masih menjalani perawatan. Ledakan ini terjadi pada hari Jumat, saat siswa dan staf sekolah sedang berkumpul untuk salat Jumat di masjid sekolah. Saksi mata melaporkan adanya suara ledakan dari tiga titik berbeda: area masjid, kantin, dan tempat duduk-duduk siswa.
Artikel Terkait
Tiga Buronan KKB Yahukimo Dibawa ke Jayapura untuk Proses Hukum
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India
OSO Ungkap Kedekatan dengan Mahfud MD Berawal dari Persahabatan Lama dan Kesamaan Visi
DPR Desak Kapolri Bertindak Tegas Usai Rentetan Kasus Oknum Polisi