Kecelakaan Maut di Tol Solo-Ngawi KM 564 Libatkan Truk, Fortuner, dan Calya
Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi, tepatnya di KM 564 000 arah Sragen, pada Selasa (4/11) dini hari pukul 04.37 WIB. Kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan: sebuah truk coltdiesel, Toyota Fortuner, dan Toyota Calya.
Penyebab Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Ngawi
Menurut keterangan resmi dari PT Jasa Marga, kecelakaan beruntun ini diduga kuat disebabkan oleh pengemudi truk yang kurang antisipasi. Truk tersebut diduga menabrak kendaraan di depannya, yang memicu rangkaian kejadian berbahaya.
Kronologi Lengkap Kecelakaan Tol Solo-Ngawi
PT Jasa Marga menjelaskan kronologi kejadian. Awalnya, truk (kendaraan 1) melaju dari arah barat ke timur di lajur 1. Saat tiba di KM 564 400 A, pengemudi truk diduga kurang waspada dan menabrak Toyota Fortuner (kendaraan 2) yang ada di depannya. Akibat tabrakan ini, kedua kendaraan terlempar ke area Right of Way (ROW) dan terguling.
Pada momen yang bersamaan, ban serep dari Fortuner yang terguling terlepas dan jatuh di lajur 1. Ban serep ini kemudian ditabrak oleh Toyota Calya (kendaraan 3) yang melaju di belakangnya, sehingga menambah kompleksitas insiden tersebut.
Proses Evakuasi dan Penanganan Kecelakaan
Petugas Jasa Marga langsung melakukan proses evakuasi dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk pemasangan rambu-rambu peringatan di lokasi kejadian. Selanjutnya, penanganan lebih lanjut untuk kasus kecelakaan ini dilimpahkan kepada Unit Laka Polres Ngawi.
Sebagai bentuk tanggung jawab, PT Jasa Marga Solo Ngawi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan. Mereka juga mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu berhati-hati dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum berkendara.
Artikel Terkait
Claro Makassar Run 2026 Digelar 28 Juni, Hadirkan Dua Kategori Baru 5K dan 10K
Pelajar Tewas Jatuh dari Tebing Apparalang Bulukumba Saat Berfoto
Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Janda di Jeneponto yang Buron Lebih Setahun
Mantan Pejabat CIA Didakwa Curi Emas Rp640 Miliar, Akademisi Soroti Pentingnya Pengawasan Intelijen