Terbuka untuk Semua Orang Tanpa Diskriminasi
Menurut relawan Muhammad Mufrih Rizqullah, semua fasilitas tersedia untuk siapa saja tanpa membedakan suku, agama, atau status sosial. "Kita tidak membeda-bedakan, siapa pun yang mau menikmati fasilitas silakan," ujarnya.
Sistem Relawan dan Pendanaan
Operasional masjid didukung oleh sekitar 30 relawan dengan sistem yang unik. Musafir yang datang diberi batas menginap 3 hari, kemudian bisa menjadi Ahlus shuffah (relawan dasar) jika ingin tinggal lebih lama. Banyak relawan berasal dari berbagai latar belakang yang sedang mencari kedamaian dan ingin memperbaiki diri.
Pendanaan operasional sepenuhnya berasal dari sumbangan masyarakat, tidak hanya dari Surabaya tetapi juga dari luar Pulau Jawa yang turut mendukung kegiatan sosial masjid ini.
Masjid Pemuda Konsulat membuktikan bahwa tempat ibadah bisa menjadi pusat kegiatan sosial yang inklusif dan bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat.
Artikel Terkait
Meri Hoegeng, Istri Sang Kapolri Legendaris, Tutup Usia di Usia 100 Tahun
Dua Sahabat, Satu Kementerian: Nasib Berbeda di Balik Meja Kekuasaan
Babah Alun: Bergabung dengan Board of Peace Bawa Indonesia Lebih Diperhitungkan
Wapang TNI Desak Pembangunan Koperasi Merah Putih Dikebut