Masjid Pemuda Konsulat Surabaya: Fasilitas Gratis Lengkap untuk Musafir & Pengunjung

- Senin, 03 November 2025 | 14:00 WIB
Masjid Pemuda Konsulat Surabaya: Fasilitas Gratis Lengkap untuk Musafir & Pengunjung

Masjid Pemuda Konsulat Surabaya: Oase bagi Musafir dengan Fasilitas Lengkap Gratis

Di tengah berita tentang kekerasan di masjid, terdapat kisah inspiratif dari Surabaya. Masjid Pemuda Konsulat hadir sebagai oase bagi para musafir dengan menyediakan berbagai fasilitas lengkap secara gratis.

Profil Masjid Pemuda Konsulat Surabaya

Masjid Pemuda Konsulat berlokasi di Jalan Kalikepiting No. 111, Tambaksari, Surabaya. Bangunan masjid ini unik karena awalnya merupakan kantor konsulat Filipina sebelum diubah menjadi tempat ibadah sejak 2015. Meski luasnya hanya 4x8 meter, masjid ini dilengkapi sekat pemisah untuk jemaah pria dan wanita.

Fasilitas Lengkap untuk Semua Kalangan

Masjid ini menawarkan berbagai fasilitas lengkap yang bisa dinikmati secara cuma-cuma:

  • Matras, bantal, dan selimut untuk menginap
  • Perlengkapan mandi lengkap (handuk, sabun, sampo, pasta gigi)
  • Layanan laundry gratis untuk relawan
  • Minuman gratis (kopi, teh, dan minuman kemasan)
  • Warung makan gratis
  • AC dan toilet bersih

Terbuka untuk Semua Orang Tanpa Diskriminasi

Menurut relawan Muhammad Mufrih Rizqullah, semua fasilitas tersedia untuk siapa saja tanpa membedakan suku, agama, atau status sosial. "Kita tidak membeda-bedakan, siapa pun yang mau menikmati fasilitas silakan," ujarnya.

Sistem Relawan dan Pendanaan

Operasional masjid didukung oleh sekitar 30 relawan dengan sistem yang unik. Musafir yang datang diberi batas menginap 3 hari, kemudian bisa menjadi Ahlus shuffah (relawan dasar) jika ingin tinggal lebih lama. Banyak relawan berasal dari berbagai latar belakang yang sedang mencari kedamaian dan ingin memperbaiki diri.

Pendanaan operasional sepenuhnya berasal dari sumbangan masyarakat, tidak hanya dari Surabaya tetapi juga dari luar Pulau Jawa yang turut mendukung kegiatan sosial masjid ini.

Masjid Pemuda Konsulat membuktikan bahwa tempat ibadah bisa menjadi pusat kegiatan sosial yang inklusif dan bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar