Pembantaian El-Fasher: RSF Didukung Israel Tewaskan Ribuan Warga Sipil

- Senin, 03 November 2025 | 05:40 WIB
Pembantaian El-Fasher: RSF Didukung Israel Tewaskan Ribuan Warga Sipil

Pembantaian El-Fasher: Ribuan Tewas dalam Serangan RSF di Sudan

Pasukan Dukungan Cepat (RSF) melancarkan pembantaian baru di kota El-Fasher, Darfur Barat, Sudan, yang menewaskan ribuan warga sipil. Laporan medis dan kemanusiaan mengonfirmasi kekejaman sistematis yang terjadi selama pengambilalihan kota.

Genosida di El-Fasher: 1.500 Tewas dalam 3 Hari

Jaringan Dokter Sudan menyatakan situasi ini sebagai "genosida yang sebenarnya". Lebih dari 1.500 orang dilaporkan tewas hanya dalam tiga hari saat warga sipil berusaha melarikan diri dari kota yang dikepung. Jaringan tersebut menegaskan ini merupakan kampanye pemusnahan yang disengaja dan sistematis.

Bukti Visual Pembantaian dari Citra Satelit

Citra satelit dari Humanitarian Research Lab Universitas Yale menunjukkan bukti visual pembantaian, termasuk gundukan yang menyerupai tumpukan jenazah dan area besar berwarna merah di tanah setelah RSF memasuki kota.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Sedikitnya 2.000 orang telah tewas sejak awal serangan, termasuk relawan dan pekerja Bulan Sabit Merah yang dibunuh di dalam masjid. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi 460 orang dibantai di Rumah Sakit Bersalin Saudi, dengan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan keterkejutan dan keguncangan mendalam.

Keterlibatan Israel dalam Konflik Sudan

Investigasi terbaru mengungkap keterlibatan rahasia Israel dengan kelompok paramiliter RSF. Laporan Sudan Transparency menunjukkan dinas intelijen Israel telah membuka jalur komunikasi dengan komandan RSF Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti) sejak 2021.

Bukti Pengiriman Peralatan Pengawasan

Penyelidikan mengungkap penerbangan rahasia pada Mei 2021 yang terkait mantan pejabat militer Israel, diduga mengirim peralatan pengawasan canggih ke Khartoum. Hubungan Israel di Sudan meluas tidak hanya dengan Angkatan Bersenjata Sudan tetapi juga dengan komandan RSF.

Senjata Israel di Tangan RSF

Peneliti independen mengidentifikasi peluncur roket LAR-160 buatan Israel yang digunakan RSF, sistem persenjataan awalnya dikembangkan oleh Israel Military Industries. Keberadaan senjata ini memiliki konsekuensi langsung di medan perang.

Analisis Dampak Keterlibatan Israel

Menurut Kribsoo Diallo, peneliti Pan-Afrika berbasis di Kairo, hubungan ini dapat meningkatkan kemampuan operasional RSF melalui dukungan intelijen atau sistem komunikasi canggih. Hal ini menjelaskan kemampuan RSF mempertahankan pengepungan panjang atas El-Fasher dan melancarkan serangan terkoordinasi.

Kesamaan Taktik dengan Israel di Gaza

Pengamat mencatat RSF mulai meniru bahasa dan taktik militer Israel di Gaza, membingkai kekerasan massal sebagai "keharusan militer". Investigasi Al Jazeera menemukan RSF menggunakan justifikasi hukum bergaya Israel untuk menyerang wilayah sipil.

Pola Argumentasi yang Sama

RSF menyebut kamp pengungsi Zamzam sebagai "zona militer" sebelum menyerang, meniru pola argumentasi Israel di Gaza dimana rumah sakit dan sekolah dibombardir dengan alasan menjadi "basis Hamas".

Pernyataan Resmi Sudan di PBB

Duta Besar Sudan untuk PBB, Al-Harith Idriss Al-Harith Mohamed, menyatakan pembantaian di El-Fasher memenuhi seluruh kriteria hukum genosida. "Apa yang terjadi di El-Fasher adalah kelanjutan dari kampanye pembersihan etnis sistematis yang telah berlangsung sejak 2023," tegasnya.

Implikasi Internasional dan Akuntabilitas

Kelompok hak asasi manusia menegaskan diamnya komunitas internasional terhadap Gaza dan Sudan mencerminkan bagaimana aliansi eksternal dan jaringan intelijen melindungi pelaku kejahatan dari pertanggungjawaban hukum.

Kepentingan Strategis Israel di Sudan

Analis meyakini keterlibatan Israel di Sudan tidak hanya terkait normalisasi hubungan, tetapi juga posisi strategis Sudan di Laut Merah yang memberi keuntungan geopolitik besar bagi Israel dalam memantau jalur pelayaran dan membendung pengaruh Iran maupun Tiongkok.

Dengan membina hubungan baik dengan kedua pihak yang bertikai, Israel memastikan memiliki pengaruh terhadap siapa pun yang berkuasa di Sudan, sehingga kepentingan strategisnya tetap terlindungi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar