Alasan Pemerintah DKI Jakarta Pertimbangkan Kenaikan Tarif
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih melakukan kajian mendalam mengenai rencana penyesuaian tarif bus TransJakarta. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa tarif saat ini yang hanya Rp 3.500 dinilai memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta.
Tarif Saat Ini Hanya Tutupi 14% Biaya Operasional
Syafrin Liputo menjelaskan bahwa dengan tarif Rp 3.500, tingkat cost recovery atau kemampuan tarif menutupi biaya operasional TransJakarta hanya mencapai 14%. Situasi ini semakin berat dengan adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat, yang mempengaruhi kapasitas fiskal Jakarta.
Analisis Beban Biaya Transportasi bagi Warga Jakarta
Meski tarif dinilai terlalu murah untuk operasional, Syafrin memaparkan bahwa beban transportasi bagi warga Jakarta masih tergolong ringan. Dengan tarif sekarang, perhitungan untuk 25 hari kerja hanya menghabiskan sekitar Rp 200 ribu untuk transportasi pulang-pergi. Jumlah ini masih di bawah 10% dari Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI yang sebesar Rp 5,3 juta.
Artikel Terkait
Pelaku Diduga Kabur ke Gunung Kidul, Polisi Buru Anak Korban Pembunuhan Ibu Sendiri
Prabowo Jelaskan Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian AS, Dapat Dukungan Penuh Ormas Islam
Rocky Gerung Soroti Republik Tanpa Jiwa: Hanya Bentuk, Isinya Feodalisme
BMKG Waspadai Bibit Siklon Tropis 94W yang Mengancam Indonesia Timur