Budi Arie Bantah Tudingan Projo Buang Jokowi: "Jangan Diframing Adu Domba"
Ketua Umum DPP Projo (Relawan Pro Joko Widodo), Budi Arie Setiadi, secara tegas membantah tudingan bahwa organisasinya telah menghempaskan atau memutus hubungan dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Klarifikasi ini disampaikan Budi Arie menanggapi berita yang beredar usai pernyataannya di Kongres III Projo tentang rencana mengalihkan dukungan ke Prabowo Subianto dan mengganti logo organisasi yang selama ini identik dengan siluet wajah Jokowi.
Projo dan Jokowi Memiliki Hubungan Historis yang Kuat
Dalam konferensi pers pada hari kedua Kongres III Projo di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (2/11/2025), Budi Arie meminta media untuk tidak menarasikan adanya keretakan hubungan antara Projo dan Jokowi.
"Saya ingin menjelaskan kepada teman-teman media sekalian karena dari perkembangan berita ini seolah-olah disampaikan terkesan Projo putus hubungan dengan Pak Jokowi. Jangan diframing," tegas Budi Arie.
Ia menegaskan bahwa eksistensi Projo tidak dapat dipisahkan dari figur Jokowi. "Projo ini lahir dari semangat perlunya lahirnya pemimpin rakyat yang ada yang bernama Bapak Joko Widodo. Jadi Projo itu sejatinya lahir karena ada seorang pemimpin rakyat yang harus lahir dari kandungan rakyat itu sendiri yang bernama Bapak Joko Widodo," jelasnya.
Budi Arie: Sejarah Projo adalah Sejarah Jokowi
Budi Arie lebih lanjut menekankan ikatan historis yang mendalam antara organisasi relawan tersebut dengan mantan presiden tersebut. Menurutnya, perjalanan Projo mencerminkan perjalanan kepemimpinan Jokowi selama satu dekade memimpin Indonesia.
"Karena saya mendapat berita dari berbagai media kok ada bilang Projo pisah dari Bapak Jokowi. Ini luar biasa sekali framing adu dombanya," ujarnya.
Pernyataan ini merupakan koreksi atas pemberitaan sebelumnya yang menyiratkan perpisahan Projo dan Jokowi, yang muncul setelah Budi Arie menyatakan bahwa nama organisasi Projo saat ini bukan untuk merepresentasikan dukungan pada suatu individu tertentu.
Sebagai informasi, Projo yang dibentuk sejak tahun 2013, secara luas dikenal sebagai singkatan dari Pro-Joko Widodo (Pro-Jokowi), meskipun Budi Arie kini menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan nama seorang tokoh.
Artikel Terkait
Badut dan Penjual Balon di Mojokerto Bacok Istri dan Mertua hingga Tewas, Cemburu dan Utang Puluhan Juta Jadi Pemicu
DPP PAN Tarik Husniah Talenrang dari Ketua DPW Sulsel, Tunjuk Ashabul Kahfi sebagai Plt
Kades Kedaton Tersangka Korupsi Dana Desa Rp448 Juta Selama Tiga Tahun
Majelis Hakim PN Makassar Bebaskan Enam Terdakwa Korupsi Dana Zakat BAZNAS Enrekang