"Baca al-fatihah 'Waladh dhoolliin' ada yang diem sekarang, Pak (tidak mengucap 'Aamiin'). Ada yang diem sekarang," ujar Zulhas.
"Ada yang diem (tidak membaca Amin) sekarang banyak, saking cintanya sama Pak Prabowo itu," lanjut Zulhas di tengah pidatonya.
Zulhas juga melanjutkan guyonannya mengenai tasyahud 2 jari.
Dalam Islam, ketika seseorang melaksanakan shalat dan membaca tahiyat, ia diharuskan agar jari telunjuk kanannya menunjuk ke depan.
Namun Zulhas mengatakan bahwa sekarang ada orang yang menunjuk dengan 2 jari, karena menunjuk dengan satu jari bak menjadi pendukung paslon nomor 1, Anies-Imin.
Satu jari di musim kampanye ini menjadi simbol dukungan untuk capres-cawapres nomor 1 Anies Baswedan dan Cak Imin.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Golkar Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Bukan Kembali ke Orde Baru
Wagub Jabar Minta Kepala Daerah Gelar Nobar, Antisipasi Bobotoh Serbu GBLA
Imperium Kebebasan Tampil Beringas: AS Serbu Venezuela, Tatanan Dunia Ambruk
Paguyuban Perantau: Saat Silaturahmi Berubah Jadi Ajang Pamer