Kondisi ini memaksa sebagian jemaah memutuskan untuk pulang ke Pontianak dengan biaya sendiri. Sementara itu, jemaah lainnya seperti RT memilih tinggal sementara di rumah keluarga di Tuban.
Setiap jemaah diketahui membayar biaya umrah berkisar antara Rp32 juta hingga Rp38 juta. Hingga berita ini diturunkan, pimpinan Koperasi Berkah Bersama Arafah belum memberikan klarifikasi terkait dugaan penggelapan dana dan nasib jemaah yang terlantar.
Beredar video yang menunjukkan ketegangan di Bandara Supadio Pontianak, dimana terduga pelaku penggelapan dana jemaah hampir diamuk massa. Kejadian ini semakin menyulut kemarahan publik.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak agen perjalanan, koperasi, maupun aparat berwenang mengenai penyelesaian kasus penelantaran jemaah umrah Kalimantan Barat ini.
Artikel Terkait
Parang Berdarah di Pangkep, Kerabat Bertengkar Usai Minum Ballo
Polisi Hentikan Avanza Modifikasi Angkut 12 Penumpang Plus Motor di Atap Saat Mudik
Tiga Mayjen Ditunjuk Pimpin Kodam dalam Mutasi TNI Maret 2026
Athletic Club Kalahkan Real Betis 2-1, Kokoh di Papan Atas La Liga