Prabowo Setahun Memimpin: Evaluasi Komitmen Anti-Korupsi dan Reformasi yang Tersendat

- Sabtu, 01 November 2025 | 15:00 WIB
Prabowo Setahun Memimpin: Evaluasi Komitmen Anti-Korupsi dan Reformasi yang Tersendat

Prabowo Subianto Setahun Memimpin: Tantangan Perubahan di Negeri Korup

Catatan Setahun Pemerintahan Prabowo Subianto - Oleh MN Lapong

Setahun pemerintahan Prabowo Subianto masih meninggalkan tanda tanya besar tentang perubahan yang diharapkan masyarakat. Meski demikian, optimisme tetap ada meski disertai catatan-catatan kritis yang mengganggu.

Proses transformasi tidak mungkin terjadi secara instan dalam waktu satu tahun. Realitas politik memaksa Prabowo melakukan berbagai kompromi, termasuk konsekuensi dari pilihan politiknya dengan Gibran Rakabuming Raka dan figur di belakangnya.

Pertarungan Politik dan Reformasi yang Tersendat

Reformasi kepolisian masih berjalan lambat, kasus-kasus seperti eksekusi Silvester Matutina, persoalan Budie Arie, dan Riza Khalik menunggu ketegasan sikap dari kepemimpinan Prabowo. Begitu pula dengan RUU Perampasan Aset yang mandek di DPR karena resistensi dari PDI-P dan partai politik lainnya.

Prabowo tampaknya memilih pendekatan hati-hati dalam menghadapi kompleksitas politik elit. Namun pertanyaannya, sampai kapan keberanian untuk menyentuh sekutu politik yang bermasalah akan ditunda?

Komitmen Perubahan vs Realitas Politik

Jika pendekatan ini terus dipertahankan, perubahan yang terjadi hanya akan bersifat semu dan tidak substantif. Prabowo perlu berani keluar dari bayang-bayang masa lalu dan melepaskan diri dari pengaruh kelompok tertentu.

Indonesia sebagai negara besar menghadapi masalah korupsi yang massif, terstruktur, dan telah menjadi budaya di semua level birokrasi. Masalah ini membutuhkan kepemimpinan yang berani dan perkasa.

Harapan untuk Indonesia Bebas Korupsi

Meski menghadapi berbagai tantangan, komitmen Prabowo Subianto untuk menciptakan perubahan besar di Indonesia tidak diragukan. Cita-cita ini telah dibawanya sejak lama, dan keyakinan akan kemampuannya tetap kuat. Kendala terbesar justru datang dari dalam dirinya sendiri dan pengaruh kelompok tertentu yang masih kuat.

Dukungan masyarakat diperlukan untuk membantu Prabowo menjadi pemimpin yang otentik dan berani mengambil sikap, demi terwujudnya Indonesia dengan ZeroCorruption dan masyarakat yang KayaBersama.

PN, 1 November 2025

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar