Gempa M 5.1 Guncang Maluku Tenggara, BMKG Konfirmasi Tak Berpotensi Tsunami

- Sabtu, 01 November 2025 | 08:00 WIB
Gempa M 5.1 Guncang Maluku Tenggara, BMKG Konfirmasi Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M 5.1 Guncang Maluku Tenggara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5.1 Guncang Maluku Tenggara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi di wilayah Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Guncangan tersebut terjadi pada hari Sabtu (1/11) sekitar pukul 00.02 WIB atau 01.02 WITA.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG, kekuatan gempa Maluku ini tercatat sebesar Magnitudo 5.1. Pusat gempa atau episentrum terletak pada kedalaman 55 kilometer di bawah permukaan bumi.

Lokasi dan Koordinat Gempa Maluku Tenggara

BMKG menyebutkan bahwa lokasi tepat gempa berada pada koordinat 6,11 Lintang Selatan dan 133,20 Bujur Timur. Titik ini berjarak sekitar 71 kilometer arah tenggara dari pusat Kabupaten Maluku Tenggara.

Pernyataan Resmi BMKG: Tidak Ada Potensi Tsunami

Dalam pernyataan resminya, BMKG dengan tegas menyatakan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini dapat menjadi informasi yang menenangkan bagi masyarakat di pesisir dan wilayah terdampak.

BMKG juga mengingatkan bahwa data awal yang disampaikan masih mengutamakan kecepatan, sehingga hasil analisis dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Hingga berita ini diturunkan, laporan detail mengenai pemicu dan dampak gempa terhadap masyarakat masih belum dirilis secara lengkap. BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau berita hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diharapkan menunggu dan mengikuti informasi resmi serta hasil analisis yang komprehensif dari BMKG terkait peristiwa gempa ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar