Hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (4/5/2026) sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk dua rukun tetangga di Kecamatan Bekasi Utara yang mencatat ratusan warga terdampak. Genangan air setinggi lutut orang dewasa sempat merendam pemukiman di RT 06 dan RT 07 RW 002, Kelurahan Teluk Pucung, sebelum akhirnya berangsur surut. Warga setempat terlihat mulai membersihkan lumpur sisa banjir dari dalam rumah mereka.
Ketua RT 06 RW 002, Pungut, menuturkan bahwa air mulai meluap dari kali sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang terpasang di tepi kali langsung berbunyi, menandakan kenaikan debit air. “Jam 18.00 WIB aja tuh ada sirine bunyi, air sekitar 500 tingginya. Nah jam 23.00, air naik. Sampai jam 00, jam 1, sampai ke depan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ketinggian air mencapai puncak pada pukul 01.00 WIB dini hari. Pungut menjelaskan bahwa genangan telah turun hampir satu meter di bagian depan, namun di bagian belakang masih tersisa sekitar tiga meter. “Ini sekarang sudah turun sekitar hampir 1 meter dari depan, ke belakang masih ada 3 meter dalamnya,” tuturnya.
Banjir kali ini berdampak pada 71 kepala keluarga (KK) di RT 06 dan 102 KK di RT 07, atau total 173 KK. Sebagian dari mereka memilih mengungsi ke rumah sanak saudara yang lokasinya lebih aman dari genangan. “Di sini 71 KK, sama 102, berarti 173. Dua RT, 6 dan 7,” kata Pungut.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat banjir juga terjadi di dua kecamatan lain. Data yang dihimpun hingga Selasa (5/5/2026) pukul 01.00 WIB menunjukkan bahwa di Kecamatan Jatiasih, genangan setinggi 15 hingga 20 sentimeter merendam Vila Jatirasa RW 11, Kelurahan Jatirasa. Di Kecamatan Bekasi Timur, banjir dengan ketinggian bervariasi melanda sejumlah titik, seperti Gang Mawar di Kelurahan Margahayu dengan tinggi air mencapai 70 hingga 100 sentimeter, Kampung Lengkak di Kelurahan Bekasi Jaya dengan genangan setinggi 100 sentimeter, serta Gang Semar di kelurahan yang sama dengan ketinggian air antara 50 hingga 80 sentimeter.
Artikel Terkait
Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Ditopang Industri dan Konsumsi Domestik
Iran Bantah Klaim AS, Sebut Serangan di Selat Hormuz Tewaskan Lima Warga Sipil
Menperin dan Menkeu Bahas Insentif Manufaktur hingga Kendaraan Listrik untuk Perkuat Ekonomi Nasional
Menko Airlangga: Fundamental Ekonomi Indonesia Solid di Tengah Ketidakpastian Global