Politik Tanpa Moral dan Spiritualitas
Ketika politik kehilangan nurani, kejujuran hanya menjadi hiasan pidato. Kekuasaan menciptakan realitas semu dimana rakyat percaya bukan karena bukti, tapi karena terus disuguhi bayangan yang menenangkan. Tragedi politik Indonesia modern terletak pada pembangunan infrastruktur megah yang kehilangan kejujuran sederhana. Kita memuja pemimpin pandai berjanji, sementara ketimpangan dan penderitaan tetap menebal di sudut-sudut kota dan desa.
Spiritualitas Kekuasaan sebagai Amanah
Dalam perspektif spiritual, kekuasaan adalah amanah Tuhan yang datang dengan tanggung jawab moral. Filosofi eling lan waspada mengajarkan pemimpin untuk selalu sadar asal dan tujuan kekuasaannya. Pemimpin sejati bukan yang paling sering muncul di televisi, tetapi yang paling tenang menanggung beban rakyatnya. Bukan yang paling pandai berbicara, tetapi yang paling jujur mendengar.
Menemukan Kembali Nurani Kekuasaan
"Bayang-Bayang Ilusi di Istana Negara" merupakan peringatan bahwa setiap kekuasaan tanpa nilai Ilahi akan kehilangan arah moral. Negara yang dibangun di atas kebohongan akan tumbuh tanpa jiwa. Sebelum bangsa ini tenggelam dalam ilusi, kita perlu menyalakan kembali cahaya nurani - mulai dari hati setiap warga, untuk melahirkan pemimpin yang hidup dalam terang kebenaran, bukan bayangan.
M. Isa Ansori
Penulis, Akademisi, Dewan Pakar LHKP PD Muhammadiyah Surabaya, Wakil Ketua ICMI Jatim dan pengamat sosial-politik. Aktif menulis refleksi tentang kekuasaan, moralitas publik, dan spiritualitas politik.
Artikel Terkait
De la Fuente Umumkan Skuad Spanyol untuk Uji Coba Lawan Serbia dan Mesir
Analis: Kasus Andrie Yunus Harus Diadili di Pengadilan Militer dengan Transparansi
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan