"KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) kita di Makkah dan klinik haji di Madinah nanti operasinya bersama rumah sakit Arab Saudi yang legal," ujar Dahnil.
Inovasi Layanan Kesehatan Haji
Kemenhaj juga merencanakan pengembangan layanan kesehatan yang lebih komprehensif:
- Pembukaan klinik satelit di sektor-sektor hotel jemaah
- Penyediaan unit gawat darurat mobile
- Rekrutmen tenaga kesehatan Indonesia untuk bekerja di rumah sakit Saudi
Prioritas Kenyamanan Jemaah Haji
Dahnil menekankan pentingnya pelayanan oleh tenaga kesehatan Indonesia mengingat preferensi jemaah yang lebih nyaman berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.
"Jemaah haji kita lebih senang dilayani oleh dokter-dokter kita yang bisa berbahasa Indonesia. Kami akan melakukan penjajakan agar para dokter dan tenaga kesehatan kita juga dipekerjakan oleh rumah sakit-rumah sakit di Arab Saudi," tambahnya.
Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintah menjamin bahwa jemaah haji Indonesia akan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026
Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan
Gua Andulan di Luwu: Situs Pemakaman Adat yang Menyimpan Sejarah dan Tantangan
Polda Telusuri 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS