Sumpah Pemuda di Era Digital: 3 Cara Anak Muda Kekinian Masih Bisa Berkontribusi!

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:24 WIB
Sumpah Pemuda di Era Digital: 3 Cara Anak Muda Kekinian Masih Bisa Berkontribusi!

Makna Sumpah Pemuda 28 Oktober: Semangat Persatuan di Era Digital

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober menjadi simbol nasionalisme dan persatuan Indonesia. Peristiwa bersejarah ini lahir dari Kongres Pemuda Indonesia II pada 27-28 Oktober 1928. Tema Sumpah Pemuda tahun ini mengangkat "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu di Era Digital dan Modern", mencerminkan relevansi semangat persatuan dalam konteks kekinian.

Semangat Sumpah Pemuda dalam Aksi Nyata Generasi Muda

Semangat Sumpah Pemuda kini mewujud dalam bentuk aksi nyata generasi muda. Mereka menunjukkan kepedulian pada sesama tanpa memandang latar belakang, melanjutkan ikhtiar para pemuda 1928 untuk memajukan bangsa.

Kanina Cristy, mahasiswa dari Surabaya, menyatakan bahwa Sumpah Pemuda menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk tetap bersatu membangun bangsa. Menurutnya, salah satu wujud nyata yang dapat dilakukan adalah dengan menyelesaikan pendidikan tinggi secara optimal.

"Ilmu yang kita dapatkan tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membantu orang lain. Bagaimana ilmu yang sudah kita dapatkan itu berguna bagi bangsa," jelas Kanina.

Kepedulian Sosial sebagai Wujud Modern Sumpah Pemuda

Martin David, mahasiswa berusia 22 tahun, menekankan bahwa Sumpah Pemuda mengingatkan generasi muda untuk setia pada nusa dan bangsa. "Kita tidak bisa bersikap apatis dan tidak peduli pada bangsa sendiri. Harus peduli atas apa yang terjadi di Indonesia," tegas Martin.

Langkah konkret mewujudkan semangat Sumpah Pemuda, menurut Martin, dapat dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan terdekat. "Minimal dari diri kita sendiri dulu, menunjukkan kepedulian kepada sesama di sekitar kita," tukasnya.

Semangat Sumpah Pemuda terus relevan dari masa ke masa, mendorong generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam memajukan Indonesia melalui pendidikan dan kepedulian sosial di era digital ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar