Banjir di Pati dan Semarang Rendam Ratusan Rumah, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Wilayah Jawa Tengah kembali dilanda banjir besar yang merendam tiga kecamatan di Kabupaten Pati dan sejumlah titik vital di Kota Semarang. Ketinggian air mencapai satu meter, melumpuhkan aktivitas warga dan mengganggu arus lalu lintas.
Banjir Pati Terparah di Kecamatan Jakenan, Jaken, dan Batangan
Di Kabupaten Pati, banjir paling parah terjadi di Kecamatan Jakenan, Jaken, dan Batangan. Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, mencatat ketinggian air hingga 70 cm. Ratusan rumah terendam selama tiga hari berturut-turut, menyebabkan kesulitan bagi warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Penyebab Banjir Pati: Curah Hujan Tinggi dan Tanggul Jebol
Banjir di Pati disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut serta jebolnya tanggul Sungai Widodaren. Warga setempat menyebutkan tanggul yang sempit tidak mampu menampung debit air besar, sehingga menyebabkan luapan ke pemukiman.
"Ini banjir paling besar dibanding tahun-tahun dulu. Rumah saya saja sudah terendam 70 sentimeter lebih. Penyebabnya sungainya sempit dan kecil, tidak bisa menampung air hujan yang sangat besar sehingga tanggul-tanggul jebol semua," ujar Ali Maskuri, warga Ketitang Wetan.
Banjir Semarang Rendam Jalan Pantura Kaligawe Raya
Sementara di Kota Semarang, banjir merendam Jalan Pantura Kaligawe Raya dengan ketinggian air mencapai 80 cm. Kemacetan parah terjadi di lokasi, di mana hanya truk besar yang mampu melintas dengan kecepatan lambat. Para sopir truk mengeluhkan keterlambatan pengiriman barang akibat genangan air ini.
Dampak Banjir Semarang: Pasar Waru Kaligawe Terendam
Pasar Waru Kaligawe juga ikut terendam banjir, memaksa pedagang berjualan di pinggir jalan selama dua hari. Para pedagang mengalami penurunan omzet drastis karena minimnya pembeli yang enggan masuk ke area pasar tergenang.
"Ini sudah tiga hari. Pembeli malas masuk ke pasar karena banjir," keluh Rini, salah seorang pedagang Pasar Kaligawe.
Evakuasi Warga dan Harapan Solusi Permanen
Petugas gabungan melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet di titik banjir terdalam yang mencapai lebih dari satu meter. Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan banjir secara permanen, termasuk perbaikan tanggul dan normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana tahunan ini.
Artikel Terkait
Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu Berawan, Hujan Ringan-Sedang Berpotensi di Sejumlah Daerah
Mensos Bantah Ada Kebocoran Anggaran Sepatu Rp700 Ribu per Pasang di Program Sekolah Rakyat
Polisi Tangkap Pembegal Dua Tenaga Kesehatan di Jeneponto saat Sedang Minum Tuak
Ekonom UGM: Indonesia Bisa Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS, Malaysia Sudah Contoh