Jakarta – Stok beras kita lagi melimpah. Bahkan, hingga akhir tahun depan, cadangannya diprediksi mencapai 3,53 juta ton. Nah, kondisi ini justru jadi perhatian serius Alex Indra Lukman, Wakil Ketua Komisi IV DPR. Menurutnya, pemerintah harus segera bikin peta jalan ekspor. Jangan sampai surplus yang ada malah berbalik jadi masalah.
“Tantangan kita sekarang ganda,” ujar Alex dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
“Di satu sisi, biaya produksi harus ditekan. Di sisi lain, kualitas beras harus ditingkatkan. Baru setelah itu kita bisa bersaing di pasar global.”
Soal menekan biaya, Alex melihat ada secercah harapan dari inovasi lokal. Ia menyoroti metode ‘Sawah Pokok Murah’ yang digagas Ir. Djoni, seorang inovator pertanian asal Sumatera Barat. Metode ini disebut-sebut jauh lebih hemat. Kenapa? Karena proses pengolahan tanah yang biasanya makan biaya besar sama sekali tidak dilakukan. Selain itu, cara ini juga tidak bergantung pada pupuk kimia, pestisida, atau fungisida.
“Hasil panennya tetap bagus, bisa bersaing dengan cara konvensional,” katanya meyakinkan.
Tak cuma itu, metode ini juga diklaim lebih tahan banting terhadap cuaca ekstrem, termasuk musim kemarau. Alhasil, risiko gagal panen bisa ditekan. Inovasinya sendiri sudah diterapkan di beberapa kabupaten di Sumbar, seperti Agam, Pesisir Selatan, dan Dharmasraya. Daerah dengan topografi perbukitan dan tanpa hamparan sawah luas itu, kata Alex, justru sudah lama mencapai swasembada beras.
Artikel Terkait
Harga Minyak Mentah Anjlok, IEA Siapkan Pelepsan Cadangan Darurat
Israel Lancarkan Serangan ke Basis Hizbullah di Beirut, Kelompok Balas dengan Puluhan Roket
Kemenag Dorong Praktik Keagamaan yang Lebih Berdampak Sosial dan Ekonomi
Menkeu Purbaya: Depresiasi Rupiah 0,3% Lebih Baik Dibanding Mata Uang Negara Tetangga